Benarkah Mona Lisa Karya Da Vinci Perpaduan Pria dan Wanita?

redaksi.co.id - Benarkah Mona Lisa Karya Da Vinci Perpaduan Pria dan Wanita? Seorang detektif seni asal Italia mengatakan bahwa lukisan fenomenal Mona Lisa terinspirasi bukan hanya...

30 0

redaksi.co.id – Benarkah Mona Lisa Karya Da Vinci Perpaduan Pria dan Wanita?

Seorang detektif seni asal Italia mengatakan bahwa lukisan fenomenal Mona Lisa terinspirasi bukan hanya dari perempuan, tapi juga pria, sehingga membentuk kombinasi yang sempurna.

Silvano Vinceti, sang “detektif”, mengatakan penelitian terbaru terhadap mahakarya Leonardo Da Vinci tersebut mengungkapkan bahwa seorang model pria juga digunakan untuk menjadi referensi lukisan tersebut.

Menggunakan teknologi inframerah untuk memeriksa lukisan itu, Vinceti membuat temuan penting dalam lapisan pertama. “Dalam lapisan pertama, kita dapat lihat bahwa dia tidak tersenyum dan bahagia, tapi tampak melankolis dan sedih,” katanya, seraya menambahkan bahwa model kedua bisa jadi adalah Gian Giacomo Caprotti, pegawai magang Da Vinci, yang dikenal sebagai Salai.

Menggunakan Photoshop, Vinceti membandingkan Mona Lisa dengan karya lain Da Vinci di mana Salai diyakini telah menjadi modelnya, termasuk St Yohanes Pembaptis . “Kami menggunakan semua lukisan di mana Leonardo menggunakan Salai sebagai model dan membandingkannya dengan Mona Lisa serta rincian tertentu, itu sangat sesuai dengan sempurna,” ujarnya, seperti dilansir Guardian pada Selasa, 26 April 2016.

Vinceti juga mendasari teorinya pada klaim oleh 16 sejarawan seni Italia dan pelukis Giorgio Vasari bahwa suami Lisa Gherardini ini menyewa badut untuk membuatnya tersenyum saat duduk.

Nama Salai pada masa lalu dikaitkan dengan Mona Lisa , tapi banyak sejarawan membantah klaim tersebut. Vicenti dikenal karena teori kontroversialnya seputar Mona Lisa. Dia sebelumnya mengatakan bahwa terdapat huruf “LV” yang terlihat pada pupil kanan wanita yang memiliki senyuman sempurna tersebut, tapi klaim tersebut ditolak para ahli di Louvre. GUARDIAN | YON DEMA

(red/udianto/R)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!