Tarian Kotoran dan Navigasi Kumbang

redaksi.co.id - Tarian Kotoran dan Navigasi Kumbang Tarian ini mungkin terlihat menjijikkan. Namun gerakan kumbang tahi berdansa di atas gundukan bola kotoran ternak ini dapat membantu...

27 0

redaksi.co.id – Tarian Kotoran dan Navigasi Kumbang

Tarian ini mungkin terlihat menjijikkan. Namun gerakan kumbang tahi berdansa di atas gundukan bola kotoran ternak ini dapat membantu mereka bernavigasi menjauhi pesaingnya secepat mungkin.

Kumbang tahi membuat sebuah bola dari kotoran ternak untuk memberi makan anak-anaknya. Anehnya, secara rutin kumbang itu menaiki bola tersebut dan menari berputar di atasnya. Misteri inilah yang diungkap oleh ahli neuroethology Emily Baird di Lund University di Swedia.

Riset saya bertujuan untuk memahami bagaimana binatang berotak kecil dan tenaganya juga amat terbatas itu mampu melakukan orientasi dan navigasi ke seluruh dunia, kata Baird, seperti dikutip dari Live Science. Kami ingin memahami teknik dan mekanisme bahwa binatang seperti serangga mampu mengatasi batasan otak kecil mereka.

Untuk mengetahui mengapa kumbang ini tampak seolah tengah berdansa, peneliti bereksperimen dengan kumbang tahi penggulung bola diurnal, Scarabaeus (Kheper) nigroaeneus, di sebuah lahan pertanian di Afrika Selatan. Kumbang ditaruh dalam tempat sampah yang berisi tanah, sehingga mereka bisa membuat dan menggulung bola dari tahi sapi segar.

Kumbang itu biasanya menggulung bola tahi dalam garis lurus, dengan kepala mengarah ke tanah. Garis lurus ini membantu memastikan mereka bisa menjauhi kumbang lain yang berniat merebut dan mencuri bola kotoran itu.

Eksperimen itu juga mengungkap bahwa kumbang tahi bernavigasi sesuai dengan posisi benda langit, seperti bulan dan matahari. Mereka memanjat bola kotoran agar bisa melihat langit dengan lebih baik, dan berputar untuk memperbaiki poros mereka.

Temuan ini menunjukkan, kumbang tahi mengembangkan teknik yang sangat cerdas untuk mengetahui orientasi dalam lingkungan kompleks yang selalu berubah, kata Baird. Meski otaknya kurang dari 0,0001 persen dari neuron otak manusia, serangga itu bisa berorientasi sepanjang garis lurus menggunakan informasi dari langit.

LIVE SCIENCE | AMRI MAHBUB

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!