Lapas Khusus Bukan Solusi Tangani Teroris

redaksi.co.id - Lapas Khusus Bukan Solusi Tangani Teroris Jika sebelumnya di Lapas Kelas II Pontianak, belum pernah ada napi teroris, maka Dody akan sendirian.Sehingga sulit baginya...

20 0

redaksi.co.id – Lapas Khusus Bukan Solusi Tangani Teroris

Jika sebelumnya di Lapas Kelas II Pontianak, belum pernah ada napi teroris, maka Dody akan sendirian.

Sehingga sulit baginya untuk menyebarkan pemikirannya, karena dia bukanlah seorang ideolog.

Dody ini merupakan orang teknis, bukan ahli perekrut atau ideolog. Walau kemungkinan untuk merekrut selalu ada, namun kecil pengaruhnya kalau dia ini sendirian.

Selama ini, Dody hanyalah seorang amatiran, yang mencoba merakit bom untuk sebuah cafe di Solo, jadi dia bukanlah figur yang hebat.

Dia ini rekrutan baru, tahun 2014, yang direkrut oleh Badri Hartono. Tidak ada track record sebelumnya.

Adanya temuan alat komunikasi seperti telepon seluler di Lapas Kelas II Pontianak, yang dimusnahkan kemarin.

Menurut saya aturan ketat tetap harus dilaksanakan, tidak harus karena ada napi terorisme, karena itu memang sudah seharusnya.

Memang, lembaga pemasyarakatan di Indonesia, menjadi tempat yang paling empuk untuk merekrut jaringan.

Tapi, Dody bukanlah seperti tokoh utama lainnya, yang memang ideolog atau perekrut, misalnya seperti Amman Abdurahman.

Lapas khusus bagi terpidana kasus terorisme di Indonesia, belum tepat menjadi solusi.

Namun yang perlu dilakukan adalah pemerintah dapat memperbaiki penerapan UU No 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

UU ini sebenarnya sudah cukup kuat, cuma aplikasi atau penerapan aparat di lapangannya yang masih salah.

Sebagai contoh, pemerintah seharusnya menaruh perhatian serius pada penjara.

Jangan sampai penjara, justru menjadi tempat penggemblengan dan penggalangan anggota baru teroris.

Sebagai contoh, walau terpidana teroris Amman Abdurrahman di penjara, ia masih dapat menggelar pertemuan, melakukan ceramah atau bahkan mengirim materi khutbah bagi pengikut-pengikutnya yang berada di luar penjara.

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!