Lia Eden Yakin Wujud Tuhan Bulat dan Berotasi

244

redaksi.co.id – Lia Eden Yakin Wujud Tuhan Bulat dan Berotasi

Lia Eden kembali mengeluarkan ungkapan kotroversi. Menurutnya Tuhan memiliki wujud bulat dan berotasi.

“Wujud Tuhan itu Bulat dan Berotasi, demikian multi-semesta dalam Bulatan-Nya,” tulis Lia Eden dalam Surat Ruhul Kudus untuk NASA dan Esa.

Pada surat itu tercatat bahwa isi surat itu disampaikan oleh Malaikat Jibril Ruhul Kudus yang selanjutnya dia tulis di Jakarta, pada 26 April 2016.

Pada surat yang sama Lia Eden mengatakan bahwa seluruh alam semesta berada di dalam “Wujud Tuhan Yang Bulat” serta seluruh semesta itu beregulasi dalam kesempurnaan sistem Tuhan.

“Itu merupakan kemutlakan hukum semesta dan hukum Keilahian yang hakiki. Bahwa Tuhan Wujud-Nya Bulat dan Berotasi, demikian adanya kekekalan energi dalam semesta, dan demikian Tuhan itu Maha Esa dan Maha Mengendalikan,” kata Lia Eden.

Menurut dia, teori itu mengalir dalam hukum kesemestaan, yang mana menurut dia seluruh benda semesta juga berbentuk bulat dan berotasi.

“Dan apabila Tuhan Berwujud Bulat dan Berotasi, maka seluruh energi rotasi di dalam alam semesta terliputkan dalam energi Rotasi Tuhan sendiri sehingga seluruh benda-benda semesta berotasi sesuai dengan ekosistemnya masing-masing,” tulisnya.

Pernyataan Lia Eden itu juga sekaligus membantah adanya anggapan bahwa bentuk semesta itu kubus atau kotak.

Menurutnya, ada anggapan bahwa alam semesta dalam bentuk kubus dengan panjang 350 juta tahun cahaya di setiap sisinya itu salah.

“Perlu kami luruskan bahwa teori semesta dalam kubus itu menghalangi kebersamaan teori-teori kesemestaan dan fisika. Karena bila semesta itu di dalam ruang kubus, rotasi benda-benda semesta tak dapat bersimultan secara penuh di dalam ruang yang kubus,” tulis Lia Eden.

“Betapa rotasi seluruh benda semesta itu, pada suatu momen bisa membentur atau saling terbentur. Dan itu menjadi ketidaksempurnaan kekekalan semesta. Dan itu menghalangi logika keterpaduan yang sempurna pada sistem semesta. Karena hanya melalui keterpaduan sistem yang sempurna pada semestalah yang bisa menjaga kekekalan semesta.”

Lia Eden menegaskan bantahan bahwa semesta berbentuk kubus itu tidak berdasarkan penelitian, namun berdasarkan pada firman Tuhan kepadanya.

“Bahwa semua yang kami nyatakan tak didasari oleh penelitian, melainkan Firman-firman Tuhan yang diturunkan-Nya ke Eden,” tulisnya. AGUNG SEDAYU

(red/usland/argarito/RM)

loading...

Comments

comments!