4 Faktor yang Bisa Menggagalkan Leicester Juara Liga Inggris

redaksi.co.id - 4 Faktor yang Bisa Menggagalkan Leicester Juara Liga Inggris Usaha Leicester City untuk menjuarai terhambat setelah akhir pekan kemarin gagal meraih kemenangan. Main 10...

25 0

redaksi.co.id – 4 Faktor yang Bisa Menggagalkan Leicester Juara Liga Inggris

Usaha Leicester City untuk menjuarai terhambat setelah akhir pekan kemarin gagal meraih kemenangan. Main 10 pemain, The Foxes dipaksa bermain imbang 2-2 oleh West Ham United.

Leicester nyaris kalah. West Ham bisa berbalik unggul 2-1 setelah Jamie Vardy diusir wasit akibat kartu kuning kedua. Untungnya di masa injury time, Leicester mendapat hadiah penalti yang dengan baik dieksekusi Leonardo Ulloa.

Dengan cuma mendapat satu poin di pekan 34, Leicester mulai terancam oleh peringkat dua Totttenham Hotspur. Jarak keduanya kini menipis menjadi lima setelah Tottenham berhasil menang 4-0 atas Stoke City.

Dengan tersisa empat laga lagi, Leicester masih harus bekerja keras bila ingin menjadi juara Liga Premier untuk kali pertama sepanjang sejarah.

Hasil imbang kontra West Ham mulai membuat cemas fans Leicester. Mereka khawatir klub milik konglomerat Thailand itu bisa disalip Spurs di tikungan terakhir.

Ada beberapa faktor yang bisa membuat Leicester terjungkal dan disalip Tottenham. Apa saja? Simak ulasannya di halaman berikutnya:

© Sejumlah pendukung Leicester City saat mengunjungi sebuah kuil untuk meminta doa untuk tim mereka se… 20160418-Pendukung Leicester City Minta Bantuan Biksu Untuk Juarai Liga Inggris

1. Kurang Berpengalaman

Leicester masih minim pengalaman dalam persaingan di perburuan gelar juara. Selama ini praktis mereka lebih banyak berkutat di papan bawah saja.

Para penggawa Leicester juga sedikit yang pernah merasakan ketatnya persaingan di papan atas. Salah satunya adalah bek Robert Huth yang sempat membela Chelsea.

Huth sudah pernah dua kali juara Liga Inggris bersama Chelsea di musim 2004/2005 dan 2005/2006. Tapi ketika itu Huth pun bukan pilar utama Chelsea.

2. Mr. Runner-up

Manajer Chelsea Claudio Ranieri sepanjang kariernya belum pernah merasakan menjuarai liga di level teratas. Ranieri hanya pernah menjuarai Serie C1, Serie B dan Ligue 2.

Prestasi terbaik Ranieri adalah juara Piala Intertoto dan Copa del Rey sewaktu masih menukangi Valencia.

Pria Italia ini bahkan mendapat julukan sebagai Mr. Runner-up. Julukan ini muncul karena beberapa tim yang dilatih Ranieri hanya mampu menjadi peringkat dua di liga.

Empat klub yang pernah dibawa Ranieri menjadi runner-up adalah Chelsea, Juventus, AS Roma dan AS Monaco.

Kutukan Ranieri ini bisa jadi penganjal Leicester meraih mimpi menjadi juara untuk pertama kalinya. Dengan hanya unggul lima poin, Leicester masih sangat mungkin disalip Spurs.

3. Absennya Pemain Pilar

Leicester harus melakoni dua laga selanjutnya tanpa Vardy. Pria Inggris itu tidak bisa main karena menerima kartu merah saat melawan West Ham.

Absennya Vardy akan sangat memusingkan Ranieri. Pasalnya Kekuatan utama Leicester praktis terletak pada 11 pemain intinya. Mereka tidak memiliki pemain cadangan berkelas untuk melapis para starter.

4. Jadwal Berat

Leicester dan Spurs sama-sama menyisakan empat pertandingan lagi. Melihat jadwal laga tersisa, Leicester harus menghadapi jalan lebih terjal ketimbang Spurs.

Pasukan Ranieri masih harus menghadapi Manchester United dan Chelsea. MU bisa jadi batu sandungan bagi Leicester. Setan Merah butuh poin penuh demi lolos ke Liga Champions.

Sedangkan Spurs, praktis tinggal menyisakan Chelsea sebagai lawan terberat. Di pekan terakhir Spurs cuma menghadapi Newcastle United. Sedangkan Leicester bakal bertemu Chelsea di laga pamungkas.

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!