Penemuan Bayi di Pinggir Jalan Gegerkan Warga Desa Temperak

REMBANG Redaksi.co.id -Warga Dukuh Cerbung, Desa Temperak, Kecamatan Sarang digegerkan dengan penemuan sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki yang sengaja dibuang orang tuanya di tepi jalan turut tanah...

49 0

REMBANG Redaksi.co.id –Warga Dukuh Cerbung, Desa Temperak, Kecamatan Sarang digegerkan dengan penemuan sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki yang sengaja dibuang orang tuanya di tepi jalan turut tanah kampung RT 7, RW2 desa setempat atau sekitar 10 meter dari jalan Pantura Sarang, Rabu (15/4/2015) sekitar pukul 15.00.

Kondisi bayi yang diperkirakan baru dilahirkan sekitar dua hari lalu, kali pertama di temukan oleh Salikan seorang pedagang ikan asin dalam kondisi memprihatinkan, bayi hanya terbungkus dengan kaos dan sempat dikrumuni semut. Oleh Salekan temuan tersebut langsung di laporkan pada pihak kepala desa.

Saat ditemukan posisi bayi tergeletak dalam kondisi hidup di jalan kampung menuju dukuh oro oro gong . Ditemukan pertama kali oleh Pak Salekan yang pulang dari tegal. Pak Salekan memberi tahu Pak Sulikan yang ketika itu mau berangkat ke gudang penyimpanan ikan, ungkap Kepala Desa Temperak Nursafik

Saat pertama kali ditemukan, kulit bayi tampak bentol-bentol lantaran dikerubuti semut.

Menurut Kepala Desa, dari informasi warga, sempat ada selembar kain kaos yang membalutnya.

Tadi sudah dicek oleh bidan dari Puskesmas Sarang. Katanya baru dua hari lahir. Pertama kali ditemukan sudah dikerubuti semut. Tadi dari puskesmas sudah dirujuk ke RSUD (dr R Soetrasno) Rembang,ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, pihaknya sudah melapor kepada aparat di Polsek Sarang. Sebelum melapor pun, Sulikan sudah mengadu kepada polisi yang kala itu akan berangkat bertugas jaga di Pos lalu lintas Perbatasan Sarang.

Saya sudah lapor polisi. Pak Sulikan tadi pun sudah lapor saat ada polisi yang mau berangkat ngepam di Pos Sarang. Ini sedang ditangani polsek. Mungkin besok, polisi meminta keterangan dari Pak Salekan dan Pak Sulikan,terangnya.

Dia mengaku, sudah memberi keterangan kepada polisi yang datang ke rumahnya, berbekal informasi dari warga. Pihaknya juga sudah memberi informasi kepada setiap RT agar menyelidiki kemungkinan warga yang sempat diketahui hamil tua, tetapi belakangan menghilang.

Kami sudah meminta setiap Ketua RT untuk menyelidiki. Kita minta laporan, adakah warga yang hamil tua, tetapi belakangan tidak ada di kampung. Kami belum dapat laporan balik, imbuhnya.

Berdasarkan pantauan, bayi mungil itu tiba di UGD RSUD dr R Soetrasno Rembang sekitar pukul 17.00 WIB. Menurut dokter, bayi tersebut mengalami dehidrasi. Hingga pukul 18.00 WIB, bayi itu dirawat di Ruang Poned, belakang UGD. Kondisi bayi secara umum baik. (Hasan)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!