6 Film Bertema Cinderella Story

redaksi.co.id - 6 Film Bertema Cinderella Story Menjadi seorang Cinderella pastinya impian hampir semua wanita di dunia. Bagaimana tidak, seorang gadis biasa yang bukan siapa-siapa, bisa...

79 0

redaksi.co.id – 6 Film Bertema Cinderella Story

Menjadi seorang Cinderella pastinya impian hampir semua wanita di dunia. Bagaimana tidak, seorang gadis biasa yang bukan siapa-siapa, bisa bertemu dengan seorang pangeran tampan nan kaya raya. Mirip dengan kisah dari animasi WaltDisney.

Dalam industri film Hollywoodkisah klasik seperti ini cukup sering diangkat menjadi tema film. Inti kisah adalah CinderellaStory, yang dikemas dengan settingkekinian.

Ada anak buah yang membuat jatuh cinta bos-nya, seorang gadis biasa yang bertemu lelaki kaya raya, sampai kisah gadis sederhana yang bisa membuat lelaki tampan jatuh cinta.

Tulisan berikut ini menampilkan beberapa film yang menceritakan kehidupan Cinderella yang lebih modern, bukan hanya sepatu kaca yang tertinggal ketika waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Dan, jangan heran bisa saja sebuah kereta kuda berubah menjadi sebuah limosin yang mewah.

Lantas, film apa sajakah itu? Tim Liputan6.com telah merangkumnya khusus untuk anda para Cinderella yang masih mencari pangeran berkudanya.

Film yang diangkat dari novel best seller karya E.L James ini, mendulang kesuksesan di awal penayangannya di awal tahun 2015 lalu. Sesuai dengan novelnya, film yang diperani oleh Dakota Johnson dan Jamie Dornan ini membuat para penonton penasaran dengan adegan demi adegan yang disuguhkan,

Walaupun banyak terdapat adegan seks yang dibumbui dengan adegan seks kekerasan untuk penontondi atas 21 tahun, tapi film karya Sam Taylor-johnson ini tidak hanya menampilkan adegan panas Christian Grey dan Annastasia Steele saja.

Awal cerita dimana Ana (Dakota Johnson) adalah seorang mahasiswa biasa saja. Ia terpaksa menggantikan sahabatnya untuk mewawancari seorang CEO perusahaan sukses di Amerika. Jatuh cinta pada pandangan pertama, Christian Grey (Jamie Dornan) memanjakan Ana dengan fasilitas super mewah yang ia punya.

Adegan panas pun tersuguhkan kala Christian Grey yang memiliki hasrat seks yang dilampiaskannya dengan cara kekerasan. Kekerasan ini bisa disebut juga sebagai BDSM, atau kegiatan seksual yang disertai dengan kekerasan yang bisa memberikan kepuasan bagi pasangannya.

Kisah cinta Cinderella pun terselip disini, kala Ana yang hanya seorang mahasiswa biasa, bisa membuat seorang CEO muda seperti Christian Grey bertekuk lutut jatuh cinta kepadanya.

Film yang diangkat dari novel klasik karya Jane Austin ini memiliki kisah yang biasa kita jumpai, benci jadi cinta. Elizabeth Bennet (Keira Knightley) yang hidup sederhana di sebuah kota di Inggris, memiliki tiga orang saudara kandung perempuan yang berbeda-beda karakter.

Mengambil latar belakang kehidupan Inggris di abad ke-18, Pride and Prejudice menghadirkan cerita cinta klasik dari berbeda kasta. Cerita dimulai ketika Elizabeth Bennet menjadi sosok yang tertua untuk adik dan kakaknya. Elizabeth dibingungkan ketika sang kakak disukai oleh seorang pria kaya raya, kasta yang berbeda pun menjadi perbedaan diantara sang kakak dan pria tersebut.

Tak hanya itu, Elizabeth pun dibuat pusing oleh ketiga adiknya yang masih dinilai kurang baik menjadi seorang gadis. Namun, semua pikiran kacau Elizabeth berubah ketika ia bertemu dengan Mr. Darcy (Matthew Macfadyen). Pertemuannya dengan Mr. Darcy di sebuah pesta dansa menorehkan kebencian di pikirannya.

Ucapan kurang enak Mr. Darcy kepada Elizabeth, membuat Elizabeth membencinya. Tapi, perasaan benci itu berubah menjadi cinta kala Elizabeth merasakan kerinduannya terhadap Mr. Darcy yang telah meninggalkannya dengan segudang pertanyaan yang belum bisa terjawab.

Berjodoh, mereka pun dipertemukan kembali. Kali ini di rumah besar milik Mr. Darcy. Konflik pun muncul kala perbedaan kasta di antara keduanya. Kehidupan yang berbeda membuat kedua meragukan perasaan masing-masing. Kisah cinta klasik ini sangat mirip dengan Cinderella yaitu sang wanita sederhana bisa menikahi pangeran kaya raya.

Film keluaran tahun 2009 ini, menceritakan kehidupan seorang wanita modern di New YorkCity. Rebecca Bloomwood (Isla Fisher) yang sangat hobi membelanjakan uangnyadikisahkan terlilit hutang kartu kredit karena hobinya itu.

Tidak mempunyai pekerjaan yang tetap, membuat ia harus memutar otaknya agar bisa membayar tagihan kartu kredit yang membengkak tersebut. Tak lama, ia pun mendapatkan pekerjaan di sebuah majalah keuangan, sebagai seorang penulis.

Kebahagiaan Rebecca pun tak sampai disitu saja, ia pun menulis sebuah artikel mengenai keuangan yang bisa menarik perhatian pembaca. Karena berdasarkan pengalaman pribadinya, yang selalu menghabiskan uangnyademi berbelanja.

Singkat cerita, ia pun mendapatkan pekerjaan tersebut dan bekerja sebagai bawahan dari Luke Brandon (Hugh Dancy). Luke Brandon yang notabeneseorang bos di perusahaan tersebut, jatuh cinta dengan anak buahnya sendiri.

Kebohongan demi kebohongan pun terbongkar kala Rebecca berusaha menutupi hutang-hutangnya. Sang bos yang telah jatuh cinta itu, masih saja mengejar Rebecca walaupun ia tahu Rebecca telah membohonginya. Kisah cinta antara bos dan bawahan ini, sangat menggambarkan Cinderella di zaman yang modern.

Maid in Manhattan adalah film asal Amerika yang dirilis tahun 2002 lalu. Film yang dimainkan oleh Jennifer Lopez dan Ralph Fiennes ini menceritakan tentang seorang pelayan wanita di sebuah hotel mewah di daerah Manhattan, NewYorkCity.

Hidup sebagai singleparent, Marisa Ventura harus banting tulang demi menghidupi ibu dan satu anak lelakinya. Tak ada yang istimewa dari kehidupan Marisa karena ia hanyalah seorang pelayan biasa saja.

Sampai suatu ketika, ia mencoba baju salah satu tamu di lantai presidentssuitesdi hotel tempat ia bekerja. Tak disangka, penampilannya yang berbeda itu, tertangkap mata oleh seorang lelaki tampan bernama Marshall, yang menghuni kamar di hotel yang sama.

Marshall yang melihat wajah cantik Marisa langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Secepat kilat, Marshall meminta Marisa untuk menemaninya jalan-jalan sore di sekitarManhattan.

Usut punya usut, ternyata Marshall adalah seorang senator Amerika. Marisa pun harus terbawa-bawa dalam skandal hubungan rahasianya dengan Marshall. Cerita ini memang benar-benar menampilkan cerita wanita miskin yang berhasil membuat seorang senator kaya raya jatuh hati kepadanya.

Vivian Ward (Julia Roberts) adalah seorang pelacur yang kebetulan menghampiri mobil Edward (Richard Gere) yang bertanya arah jalan kembali ke hotelnya. Tapi,Edward menerima tawaran Vivian dengan senang hati untuk membantu menyetir mobil pengacaranya agar selamat sampai di hotelnya, di Beverly Hills dengan bayaran US$ 20.

Lalu, Edward yang mengetahui bahwa pekerjaan Vivian adalah seorang pelacur, memanfaatkan keadaan tersebut dengan menyewa Vivian untuk tinggal bersama dan menemani Edward selama satu minggu. Tak butuh waktu lama, Vivian pun menerima tawaran tersebut.

Kejadian demi kejadian konyol pun dialami oleh Vivian yang notabenenya hanya seorang pelacur yang tidak mempunyai tata cara yang anggun layaknya wanita elegan. Edward yang merupakan seorang pengusaha kaya, mendandani Vivian dengan barang-barang mewah agar berpenampilan lebih baik lagi.

Selalu bersama-sama, membuat perasaan keduanya tumbuh. Walaupun keduanya sama-sama menyangkal hal tersebut, tak bisa dipungkiri bahwa kebersamaan mereka membawa keduanya saling jatuh cinta.

Kisah Pretty Woman memang gampang ditebak serta memiliki alur yang tidak susah membuat penonton harus berpikir keras. Film ini pun mengambil tema layaknya Cinderella di zaman modern, seorang wanita miskin biasa yang bertemu dengan seorang pangeran tampan yang tidak disangka bisa jatuh cinta dengan wanita murahan seperti Vivian.

Kisah film ini menceritakan tentang Bianca Piper (Mae Whitman) seorang pelajar yang cerdas dan mempunyai dua sahabat wanita yang cantik serta populer di sekolahnya. Namun, permasalahan pun muncul kala Bianca dianggap hanya garam dalam kue, yang membuat asin kue cantik tersebut.

Kedua sahabatnya memang tak mempermasalahkan perbedaan di antara persahabatan mereka. Tapi beberapa orang yang berada di lingkungan sekolahnya, merasa bahwa Bianca hanya dimanfaatkan saja oleh kedua sahabatnya karena Bianca itu anak yang cerdas.

Kesal dengan pandangan sosial yang terjadi kepada dirinya, membuat Bianca menarik diri dari kehidupan sosialnya. Yang ia lakukan kini hanya berdiam diri di kamar dan sesekali mengobrol bersama sahabat kecilnya, Toby Tucker (Nick Eversman). Persahabatan antara lelaki dan wanita ini, memang mulus pada awalnya.

Tetapi kemudian, kedekatan yang selalu terjalin membuat perasaan Bianca tumbuh kepada Toby Tucker. Tapi Bianca sadar, bahwa dirinya hanyalah seorang wanita dalam kategori biasa-biasa saja. Ia pun menyangkal perasaannya terhadap Toby.

Kisah klasik anak-anak SMA ini, memang terasa terlalu termehek-mehek. Tetapi, film The Duff yang dirilis tahun 2015 ini, menampilkan kisah Cinderella zaman sekarang. Di mana seorang gadis biasa yang tidak popular dan tidak menjadi pusat perhatian, bisa mendapatkan seorang lelaki tampan yang dipuja kaum wanita.

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!