Dua Tersangka Dugaan Kasus Proposal Mushola Fiktif Alih Status Tahanan Kota

REMBANG Redaksi.co.id - Kejaksaan negeri (Kejari) Rembang mengabulkan pengajuan pemindahan status tahanan kota, bagi dua orang tersangka kasus dugaan proposal fiktif musala di Desa Bogorejo, Kecamatan Sedan,...

24 0

REMBANG Redaksi.co.id – Kejaksaan negeri (Kejari) Rembang mengabulkan pengajuan pemindahan status tahanan kota, bagi dua orang tersangka kasus dugaan proposal fiktif musala di Desa Bogorejo, Kecamatan Sedan, yang selama sepekan ini mendekam di Rumah Tahanan Kelas II B Rembang.

Pemindahan status tahanan kota ini diterima, Kabang Kesra Rembang, Abdullah dan Pemilik toko material Umi Qyyimah sejak Rabu (15/4).

Iya banar, keduanya kita kabulkan pengalihan status penahananya kemarin. Ini kita berikan karena dengan beberapa pertimbangan kuat, terang Kasi Pidana Khusus Kejati Rembang, Eko Yuristianto, saat ditemui, Kamis siang (16/4/2015).

Adapun pertimbangan dikabulkannya pemindahan status tahanan kota oleh kejaksaan, terang Eko selain sesuai dengan KUHAP, juga ada penjaminan dari pengacara dan keluarga, bahwa mereka tidak akan lari atau pun merusak barang bukti.

Pemindahan status ini juga atas pertimbangan kuat penyidik bahwa keduanya patut dan dianggap telah kooperatif pada proses penyelidikan. Bahkan, mereka juga mengungkap adanya bukti-bukti baru. Selain itu juga khusus UQ memang pertimbangan psikologinya juga, terangnya.

Untuk Abdulah menurut Eko, dikabulkan pengalihan statusnya selain memang ada penjaminan dari pengacara dan kelurga juga ada permohonan dari Bupati Rembang.

Namun demikian meski pindah status penahanan jadi tahanan kota, mereka tetap wajib lapor dan proses hukum masih tetap berjalan, tegasnya.

Lebih lanjut Eko menepis dikabulkannya pengalihan status tahanan kota ke dua tersangka tersebut merupakan perlakuan istimewa yang membedakan dengan tiga tersangka lainnya.

Kejaksaan mengabukan pemindahan status ini, memang karena peran mereka masing-masing. Dua orang tersangka ini (AB dan UQ) memang bisa dibilang sebagai korban. Sementara tiga tersangka lainnya ini bisa dibilang tersangka utama yang mengatur, membuat proposal dan melakukan pencariannya, terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan proposal fiktif pembangunan musala di Desa Bogorejo, Kecamatan Sedan dengan nilai sebesar Rp 40 juta ini kejaksaan menahan lima orang tersangka, selain, Abdulah, Ali Maksun, Salimun, Solicul Anwar juga Umi Qyyimah. (Hasan)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!