Deddy Mizwar Resmikan Masjid Al Madinah

110

redaksi.co.id – Deddy Mizwar Resmikan Masjid Al Madinah

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Deddy Mizwar dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi meresmikan “soft launching” Masjid Al Madinah di Zona Madina Dompet Dhuafa, Jampang, Kabupaten Bogor, Jumat (29/4).

“Dengan mengucapkan rasa syukur dan Bismillah maka ‘soft launching’ Masjid Al Madinah Dompet Dhuafa ini saya resmikan,” kata Deddy Mizwar.

Pihaknya sependapat dengan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi yang menyatakan masjid harus bisa menjadi pusat pengembangan sebuah kebudayaan yang berujung pada keimanan dan ketakwaan umat Islam di sekitarnya.

“Masjid harus menjadi pusat berbagai kegiatan umat, Coba bandingkan ketika musyawarah diadakan di masjid bukan di aula kelurahan pasti akan kita rasakan suasana yang berbeda,” kata dia.

Menurut dia, masjid juga menjadi simbol dari ukhuwah Islamiyah masyarakat sekitarnya. “Semakin makmur sebuah masjid, maka semakin makmur pula ukhuwah Islamiyahnya, pun sebaliknya,” kata Deddy Mizwar.

Pada kesempatan tersebut pihaknya juga meminta doa dan dukungan masyarakat Bogor agar rencana Pemprov Jawa Barat untuk membangun masjid termegah yang lokasinya berada di atas sebuah danau di kawasan Gedebage, Kota Bandung, bisa teralisasi.

Sementara itu, Parni Hadi yang juga mantan Pemimpin Redaksi Antara dan Harian Republika berharap keberadaan masjid tersebut tidak hanya menjadi tempat melaksanakan ritual ibadah semata seperti shalat namun harus bisa menjadi tempat untuk kemaslahatan umat di sekitarnya.

“Jadi di masjid ini, sebentar lagi akan ada Dompet Dhuafa University, ada pasarnya, ada pusat budaya. Masjid harus ada unsur “habluminannas”-nya. Masjid harus menjadi penggerak ekonomi, budaya, pendidikan, kesehatan serta iman dan taqwa umat Islam,” katanya.

Masjid yang berdiri di atas lahan sekitar 2.763 meter persegi tersebut, lanjut Parni, diharapkan menjadi masjid unggulan yang sejalan dengan program Dompet Dhuafa untuk mengatasi lima lingkaran kemiskinan yakni miskin ekonomi, miskin kesehatan, miskin pendidikan, miskin budaya dan miskin iman dan takwa.

(red//ur/sikin/MNA)

loading...

Comments

comments!