Berkas Perkara Pembunuhan Mirna Alami Perkembangan

redaksi.co.id - Berkas Perkara Pembunuhan Mirna Alami Perkembangan Berkas perkara kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin mengalami perkembangan setelah beberapa kali dilimpahkan penyidik Polda Metro Jaya ke...

11 0

redaksi.co.id – Berkas Perkara Pembunuhan Mirna Alami Perkembangan

Berkas perkara kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin mengalami perkembangan setelah beberapa kali dilimpahkan penyidik Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta Waluyo Yahya mengatakan, ada beberapa tambahan keterangan dari berkas yang telah diterima jaksa dari penyidik.

Berkas perkara Jessica masih diteliti jaksa ahli.

“Masih diteliti, nanti kalau dinyatakan lengkap atau belum akan dikabari. Tapi memang sudah banyak kemajuan keterangan dibanding berkas yang diberikan beberapa waktu lalu,” tutur Waluyo kepada wartawan, Jumat (29/4/2016).

Sejauh ini, berkas Jessica telah dua kali dikembalikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada penyidik Polda Metro Jaya.

Menurut dia, ada beberapa aspek membuat jaksa memutuskan berkas belum lengkap. Salah satunya, yaitu keterangan saksi yang belum bisa dinilai sebagai alat bukti.

“Keterangan saksi perlu ditambah supaya ada nilainya sebagai alat bukti. Ini sebenarnya sudah bernilai tapi belum sempurna,” katanya.

Jessica ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin.

Dia diduga menaruh zat sianida di minuman es Kopi Vietnamese yang diminum Mirna di Cafe Olivier pada 6 Januari 2016.

Dia ditangkap di Hotel Neo Mangga Dua, Jakarta Utara pada Sabtu (30/1) pukul 07.45 WIB. Setelah itu, dia ditahan di rumah tahanan Mapolda Metro Jaya.

Sampai saat ini, aparat kepolisian berupaya melengkapi berkas perkara kasus tersebut. Penyidik Subdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya telah beberapa kali mengembalikan berkas ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Namun, pihak Kejati DKI Jakarta belum menyatakan lengkap.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengeluarkan surat Penetapan No 242/Pen.Pid/IV/2016/PM.JKT. PST. Surat tersebut berisi memperpanjang waktu penahanan kedua terhadap tersangka Jessica Kumala Wongso untuk jangka waktu 30 hari terhitung sejak tanggal 29 April 2016 sampai 28 Mei 2016.

Jessica Kumala Wongso, tersangka pembunuhan Wayan Mirna Salihin, dapat ditahan selama maksimal 120 hari di ru tahanan Mapolda Metro Jaya.

Ini karena Jessica disangkakan Pasal 340 KUHP atau pembunuhan berencana, di mana ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun.

Berdasarkan Pasal 29 KUHAP apabila ancaman hukuman pidana penjara di atas 9 tahun, maka penyidik dapat mengajukan perpanjangan masa tahanan ke Ketua Pengadilan Negeri selama 60 hari atas dasar permintaan dan laporan pemeriksaan.

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!