Ini Benda Paling Mahal di Muka Bumi?

redaksi.co.id - Ini Benda Paling Mahal di Muka Bumi? Apakah benda termahal di dunia? Berlian besar, timbunan emas, pulau pribadi, satelit angkasa luar, pencakar langit, atau...

82 0

redaksi.co.id – Ini Benda Paling Mahal di Muka Bumi?

Apakah benda termahal di dunia? Berlian besar, timbunan emas, pulau pribadi, satelit angkasa luar, pencakar langit, atau pesawat jet? Bukan.

Sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir baru yang dibangun di barat daya Inggris, yakni di Hinkley Point Somerset, diyakini akan menjadi objek atau benda paling mahal di muka Bumi.

“Hinkley akan menjadi objek paling mahal di muka Bumi…perkiraan terbaik menyebut, pembuatan Hinkley akan melampaui US$ 35 miliar atau Rp 461,9, triliun” demikian pernyataan organisasi pembela lingkungan hidup, Greenpeace dalam petisi menentang proyek tersebut, seperti dikutip dari BBC, Sabtu 30 April 2016.

Angka tersebut termasuk perkiraan atas bunga uang yang dipinjam. Namun, perhitungan keuangan proyek yang dikenal sebagai Hinkley C itu masih kabur, sehingga sulit untuk mengkalkulasi biaya final.

Meski hanya biaya konstruksi, itu pun sudah mahal. Kontraktor utama, EDF mematok biaya US$ 26 miliar atau Rp 343 triliun, belum termasuk biaya lain.

Dengan uang sebanyak itu, bisa dibangun hutan kecil, yang bukan terdiri atas pepohonan, melainkan sejumlah bangunan pencakar langit Burj Khalifa — bangunan tertinggi di dunia yang kini berada di Dubai.

Untuk membangun satu Burj Khalifa dibutuhkan uang sebesar US$ 1,5 miliar ‘saja’.

Atau bisa juga membangun akselelator partikel sepanjang 70 mil. Large Hadron Collider yang dibangun di bawah tanah, di perbatasan Prancis dan Swiss memiliki panjang 17 mil.

Instalasi yang dibangun untuk memecah rahasia alam semesta itu membutuhkan duit sebesar US$ 5,8 miliar untuk pembangunannya.

Sementara, jembatan termahal di dunia yang paling banyak menyedot uang adalah Oakland Bay Bridge di San Francisco, Amerika Serikat.

Jembatan itu didesain bisa bertahan di tengah guncangan gempa terhebat — yang bisa diperkirakan para ahli seismolog dalam jangka waktu 1.500 tahun ke depan. Biaya pembuatannya menghabiskan dana US$ 6,5 miliar.

Mengapa Hinkley C sedemikian mahal?

“Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) adalah peralatan paling rumit yang pernah kita bangun,” kata Steve Thomas, profesor emeritus energi di Greenwich University.

“Biaya pembuatan pembangkit tenaga nuklir cenderung meningkat sepanjang sejarah karena kecelakaan telah terjadi dan kita akan melakukan segala macam cara untuk mencegahnya,” tambah dia.

Sebagai perbandingan, PLTN terbaru milik Inggris, Sizewell B, yang rampung dibangun pada 1995 hanya menyedot dana US$ 3,4 miliar — atau US$ 6 miliar dengan nilai uang saat ini.

Sementara, tak ada PLTN yang dirampungkan di Eropa Abad ke-21 ini. Instalasi serupa justru dibangun di China dan India.

Bagaimana dengan bangunan bersejarah? Apakah biaya pembangunan Piramida Giza melampaui Hinkley C.

Memperkirakan objek yang dibangun lebih dari 4.500 tahun lalu ke harga masa kini bukan perkara mudah dan menghadapi banyak tantangan.

Namun, pada 2012, Turner Construction Company memperkirakan, sebuah piramida besar bisa diwujudkan dengan dana US$ 1,1 miliar hingga US$ 1,3 miliar.

Biaya tersebut termasuk pengeluaran untuk batu sebanyak US$ 730 juta, dan US$ 58 juta untuk pengadaan 12 crane.

Namun, itu adalah proyek besar yang membutuhkan sekitar 600 staf. Sementara, pada masa lalu, dibutuhkan 20 ribu manusia untuk membangun pemakaman agung bagi para firaun. Memang ada teknologi crane saat itu, namun masih sangat sederhana.

Berapa biaya untuk pembangunan piramida bagi Firaun Khufu itu?

Selama 2 dekade, sejumlah buruh diyakini bekerja membangunpiramida selama empat bulan dalam setahun, selama banjir Nil tahunan merendam ladang mereka. Total, mereka mencatatkan 48,4 juta hari kerja.

Sementara, 4.000 orang lainnya diperkirakan bekerja sepanjang tahun, mencetak hari kerja total selama 77,6 juta. Menggunakan perhitungan upah minimum di Mesir saat ini, yakni US$ 5,73 per hari, maka biaya tenaga kerja mencapai US$ 445 juta.

Upaya mengonversi upah masa lalu dengan saat ini mendapatkan petunjuk.

Sebuah prasasti mengungkapkan buruh piramida menerima 10 potong roti dan sekendi bir per hari. Bukti arkeologi menunjukkan, para pembangun piramida juga menerima daging dan ikan.

Dan pada era Mesir modern, 10 roti, sekaleng Coca-Cola dan beberapa potong daging sapi atau ikan harganya mencapai US$ 5,80.

Kala itu, Firaun tak perlu merogoh kocek untuk bahan baku. “Mereka adalah penguasa semua batu yang ada di tambang,” kata Joyce Tyldesley, dosen Mesir Kuno di Manchester University.

Kala itu, tak ada yang menggunakan batu untuk pembangunan. Istana Firaun, kuil-kuil, juga rumah rakyat dibangun dengan bata.

Bahkan, Tyldesley menduga, biaya tenaga kerja secara efektif juga gratis. Para buruh dibayar dengan makanan dari uang pajak yang dipungut oleh raja dari rakyat. “Bisa jadi, tak ada dana yang dikeluarkan saat pembangunan piramida. Gratis,” tambah dia.

Tembok Besar China adalah proyek yang lebih besar dari piramida. Panjangnya 5.500 mil, massanya pun lebih besar. Namun, sejumlah pihak menilai, itu sejatinya adalah dinding dalam jumlah besar yang disatukan selama lebih dari 3 milenium — memperluas definisi ‘objek’.

Kembali ke era modern, pembangunan Heathrow Terminal 2 (US$ 3,4 miliar) atau kereta api baru London Crossrail ( US$21,6 miliar) tak mampu menandingi Hinkley.

Di lokasi lain, Kerajaan Arab Saudi melakukan renovasi Masjidil Haram di Mekah dengan biaya dilaporkan sekitar US$ 23 miliar — namun itu termasuk pembangunan jalan dan jalur baru kereta api. Sekali lagi, hal tersebut keluar dari definisi dari sebuah ‘objek’.

Pesaing utama PLTN di Inggris adalah Bandara Internasional Hong Kong yang dibangun pada 1998 di sebuah pulau buatan yang menyedot dana US$ 20 miliar atau setara US$ 29 miliar dengan nilai uang saat ini.

Jumlah itu memang lebih banyak dari biaya kontraktor Hinkley, tapi bukan biaya total pembangunan PLTN tersebut.

Jadi, benar Hinkley C yang termahal? Tunggu dulu!

Kilang gas alam Gorgon yang dibangun Chevron di Australia dengan biaya US$ 37 miliar. Fasilitas itu dibangun di barat laut negara itu untuk memproses ladang gas lepas pantai raksasa di negara itu. Produksinya dimulai Maret ini.

Namun, nilai Gorgon bisa terlampaui suatu hari nanti. “Kami hanya membangun 2 reaktor di Hinkley. Turki sudah sepakat membangun 4 reaktor, Afrika Selatan juga akan meluncurkan tender 6 reaktor,” kata Steve Thomas. “Enam reaktor itu berarti biayanya 3 kali lipat dari Hinkley.”

Apapun, objek paling mahal saat ini ada di atas Bumi. Yakni, Stasiun Antariksa Internasional (ISS). Harganya US$ 110 miliar atau Rp 1451,7 triliun.

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!