Usai orasi di Istana Negara buruh digiring polisi ke Stadion GBK

138

redaksi.co.id – Usai orasi di Istana Negara buruh digiring polisi ke Stadion GBK

Kapolda Metro Jaya Irjen Moechgiyarto menegaskan usai berorasi di depan Istana Negara massa buruh akan langsung dikawal menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno. Nantinya mereka akan naik bus yang sudah disediakan.

“Dari sana, kita kawal ke Stadion Utama Gelora Bung Karno. Tidak ada yang jalan kaki, Insya Allah para buruh naik bus semua,” kata Moechgiyarto di Bundaran HI, Minggu (1/5).Pada aksi May Day ini sebanyak 157.050 orang turun ke lapangan baik yang berunjuk rasa, maupun yang hanya sekedar mengikuti perayaan di SUGBK. Mereka semua merupakan massa dari 14 elemen berbeda dari berbagai organisasi buruh. Untuk pengalihan arus tidak diberlakukan.”Pengalihan arus lalu lintas tidak ada, hanya saja kita berharap buruh itu tidak memasuki jalur di car free day ini,” jelasnya.Moechgiyarto menambahkan, pada esok hari yakni Senin, 2 Mei 2016 akan ada aksi lanjutan dari para buruh. Namun, pada aksi esok hari tidak sebanyak hari ini yang melakukan aksi karena hanya aksi menyampaikan pendapat saja.”Besok, ada aksi sampaikan pendapat, sebanyak 500 orang,” jelas Moechgiyarto.Selain itu, sebanyak 600 petugas dari Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta membantu pengamanan lalu lintas aksi hari demo buruh. Mereka berjaga di sejumlah titik dari kawasan Istana Negara, kawasan Semanggi, Gedung MPR/DPR, dan kawasan Gelora Bung Karno.”Kurang lebih ada 6 titik mulai Istana hingga Senayan, kita kerjasama dengan Dirlantas untuk pengamanan lalu lintas hari ini,” kata Kadis Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah.Andri menjelaskan, pihaknya berjaga agar tidak ada aktivitas buruh yang mengganggu masyarakat lainnya.”Agar ikuti setiap arahan yang diberikan, untuk di Monas parkir di sisi timur, begiru juga di GBK agar parkir di pintu timur,” jelasnya.Dia mempersilakan buruh untuk menyampaikan aspirasinya. Namun pihaknya meminta agar buruh tidak melakukan merusak sarana dan prasarana fasilitas publik.”Buruh punya hak, tapi tetap mengikuti aturan, lakukan aksi secara tertib dan tidak mengganggu kendaraan masyarakat yang melintas,” pungkasnya.

(red/aini/J)

loading...

Comments

comments!