Rahasia 'Kelam' di Balik Kehidupan Seksual Korea Utara

redaksi.co.id - Rahasia 'Kelam' di Balik Kehidupan Seksual Korea Utara Seorang pengungsi Korea Utara akhirnya mengungkapkan rahasia mencengangkan tentang kehidupan seksual negara yang banyak menyimpan rahasia...

356 0

redaksi.co.id – Rahasia 'Kelam' di Balik Kehidupan Seksual Korea Utara

Seorang pengungsi Korea Utara akhirnya mengungkapkan rahasia mencengangkan tentang kehidupan seksual negara yang banyak menyimpan rahasia dan keras itu.

Ji Min-kang, wanita yang mengisahkan kebenaran itu, dilahirkan di Pyongyang, namun berhasil kabur ke negara tetangga dan hidup di Korea Selatan.

Menurut kisah yang dikutip dari News.com, Minggu 1 Mei 2016, pada saat berada di negara yang dipimpin oleh Kim Jong-un itu, Kang bahkan tidak tahu apa itu kondom. Kang juga mengatakan menyaksikan film porno pun merupakan suatu kejahatan yang hukumannya setara dengan hukuman penjahat politik.

“Aku tidak pernah melihat benda itu sebelumnya, dan di sini (Korsel) benda itu sangat gampang untuk ditemukan,” kata Kang

Wanita itu menceritakan, di Korea Utara, seks merupakan salah satu bentuk hedonisme dan warga dilarang untuk membicarakan ataupun merasakannya.

Namun, hal itu tidak menandakan bahwa mereka tidak melakukan hubungan intim itu sama sekali.Masyarakat negara itu tetap melakukan menikah dan hubungan seksual, hanya saja melakukannya dengan lebih ‘tradisional’.

Alasan itu pula yang menjadi alasan masyarakat Korea Utara dilarang menonton film porno.

Kondom merupakan barang yang sangat sulit untuk ditemukan, hanya tersedia di pasar gelap.

Kang juga mengatakan bahwa penyakit menular seksual merupakan sumber jatuhnya harga diri seseorang, mereka dibiarkan menderita tanpa adanya pertolongan.

Tidak adanya pendidikan seksual di sekolah menyebabkan para remaja dalam masa puber, tidak tahu bagaimana cara menyalurkan hasrat mereka dengan aman.

Akibatnya apabila ada ‘kecelakaan’ di luar nikah, para wanita kan lebih memilih untuk melakukan aborsi dengan peralatan seadanya dan ilegal.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di negara pelariannya, Kang merasa sangat terkejut karena seks mempunyai kurikulum tersendiri di sekolah-sekolah.

Para remaja mendapatkan pengetahuan seputar seks dan berdiskusi secara terbuka bersama pengajar mereka.

“Aku sangat kaget! Bahkan ada yang mengajarkan pelajar wanita cara menggunakan kondom,” kata dia.

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!