Penemuan Mayat Perempuan Gegerkan Warga Desa Temperak

REMBANG Redaksi.co.id - Warga Desa Temperak, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang digemparkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tua yang sudah membusuk di area galian pencucian pasir kuarsa di...

82 0

REMBANG Redaksi.co.id – Warga Desa Temperak, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang digemparkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tua yang sudah membusuk di area galian pencucian pasir kuarsa di dekat makam dusun setempat, Senin (20/4) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Kepala Desa Temperak Nursafik mengungkapkan, saat pertama kali ditemukan, mayat dalam kondisi tengkurap dan terapung di air dengan kedalaman 2,5 meter.

“Diduga jatuh terpeleset dan tidak bisa berenang, sehingga tenggelam dan meninggal dunia,” ungkapnya.

Pihak desa sempat kesulitan mengungkap identitas mayat tersebut. Namun setelah dilakukan evakuasi oleh pihak kepolisian, diketahui bahwa perempuan itu adalah Samirah (52), seorang janda yang merupakan warga setempat.

Diperkirakan, perempuan ini meninggal tiga hari sebelumnya.
Menurut Nursafi, Samirah memiliki banyak anak, tetapi yang bersangkutan tinggal seorang diri. Warga juga mengenal yang bersangkutan sebagai seorang penderita gangguan jiwa.

“Kami sudah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Sarang,” terangnya.

Hanya saja, pihak desa dan keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap Samirah di rumah sakit. Tim dokter dari Puskesmas Sarang dengan didampingi polisi, akhirnya melakukan autopsi di lokasi kejadian.

Nursafik menjelaskan, pertimbangan menolak autopsi di rumah sakit karena mayat sudah membusuk. Pihak desa dan masyarakat langsung berinisiatif mengebumikan jenazah almarhumah di makam dekat lokasi temuan, sore itu juga.

“Kebetulan keluarga pun berada di lokasi kejadian dan sepakat untuk segera dikuburkan setelah disucikan,” imbuhnya.

Kapolsek Sarang AKP Yuliadhi membenarkan kasus temuan mayat perempuan yang kemudian diketahui sebagai warga Desa Temperak. Dia menyatakan korban meninggal dunia karena tenggelam setelah jatuh terpeleset di lahan bekas galian untuk mencuci pasir kuarsa.

Tim dokter yang mendampinginya juga menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Identitas korban itu cepat terungkap karena didapati kartu tanda penduduk di pakaian yang bersangkutan. Dia mengonfirmasi, korban hanya divisum luar dan tak sampai dibawa ke puskesmas.(Hasan)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!