Muhammad Ali: 5 Rahasia Sang Petinju Legendaris

redaksi.co.id - Muhammad Ali: 5 Rahasia Sang Petinju Legendaris Berbicara mengenai sosok Muhammad Ali, khalayak pun serempak menyebutnya sebagai petinju paling legendaris di era moderen. Sosok...

39 0

redaksi.co.id – Muhammad Ali: 5 Rahasia Sang Petinju Legendaris

Berbicara mengenai sosok Muhammad Ali, khalayak pun serempak menyebutnya sebagai petinju paling legendaris di era moderen. Sosok yang kini berusia 74 tahun itu telah meraih tiga kali juara tinju kelas berat dunia dan medali emas Olimpiade.

Namun, sebernarnya masih banyak hal menarik dan inspiratif mengenai Muhammad Ali yang belum banyak diketahui khalayak. Di bawah ini, kami mengutip lima kisah hidup sang petinju legendaris yang disampaikan oleh penulis biografi sekaligus kawan lamanya, Davis Miller.

1. Berganti nama lebih dari sekali

Publik dunia umumnya hanya tahu bahwa Cassius Clay memilih mengganti nama menjadi Muhammad Ali ketik memeluk Islam di dekade 1960-an.

Padahal sebelumnya, Cassius sempat mengganti namanya menjadi Cassius X sebelum bertemu dengan tokoh politik Islam Amerika Serikat (AS), Elijah Muhammad.

Hal yang mengejutkan adalah nama Muhammad Ali awalnya hendak diberikan Elijah kepada aktivis pergerakan kaum kulit hitam Malcolm X, yang juga memeluk Islam, namun sesaat kemudian tewas dibunuh penentangnya.

2. Muhammad Ali adalah seorang sufi

Ada sebuah dugaan lama yang menyebut penggantian nama Cassius ke Muhammad Ali adalah sebagai upaya mengelak dari kewajiban menjalani wajib militer yang berlaku bagi pria warga negara AS kala itu.

Namun, secara mengejutkan Ali justru mengatakan di tahun 2005, bahwa dirinya merupakan seorang sufi. Ali terpukau dengan sufisme karena aliran ini berprinsip jika menyakiti orang lain, maka turut menyakit kemanusiaan secara luas. Inilah yang kemudian menjadikan Ali sebagai sosok yang universalis.

3. Ali harus menahan luka saat pertandingan come back-nya

Ketika memutuskan kembali bertanding di atas ring tinju pada 26 Oktober 1970 silam, Ali mendadak mengalami luka pada otot sekitar beberapa hari sebelum hari H.

Namun, Ali menolak untuk menjadwal ulang pertandingan tersebut, dan bersikukuh kuat menghadapinya. Terbukti, Ali berhasil menang atas KO di ronde ketiga melawan juara tinju kelas berat saat itu, Jerry Quarry.

4. Penyakit parkinson mengajarkan Ali tentang sebuah pandangan hidup yang baru

Ketika terdeteksi menderita gejala penyakit parkinson di usia 42 pada 1984 silam, Ali pun perlahan berubah menjadi sosok yang tidak lagi lantang dalam menyuarakan pendapat.

Secara perlahan, Ali berubah menjadi sosok yang lebih obyektif, terutama terkait dengan kian kuatnya keyakinan dirinya terhadap aliran sufisme.

5. Ali adalah seorang pesulap amatir

Dalam masa-masa melewati pengobatan penyakit parkinson yang dideritanya, diam-diam Ali mempelajari ‘prestidigitasi’ atau kemahiran teknik sulap tangan. Suatu hal yang menyenangkan di balik kelabunya masa-masa mengidap penyakit parkinson.

TEKS: HAPPY FERDIAN | FOTO: DOK. ESQUIRE

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!