Frustrasi Dukung Arsenal, Fans Ini Selingkuh Bela Leicester

redaksi.co.id - Frustrasi Dukung Arsenal, Fans Ini Selingkuh Bela Leicester Sukses Leicester City menjadi juara Liga Inggris 2015/2016 menjadi pusat perhatian jagat sepak bola dunia. Jumlah...

10 0

redaksi.co.id – Frustrasi Dukung Arsenal, Fans Ini Selingkuh Bela Leicester

Sukses Leicester City menjadi juara Liga Inggris 2015/2016 menjadi pusat perhatian jagat sepak bola dunia. Jumlah suporter mereka pun akan bertambah. Bahkan, ada fans Arsenal yang kini beralih mendukung Leicester.

Jika kembali ke awal musim, tak akan ada yang menduga Leicester mampu meraih gelar Liga Inggris. Maklum, mereka bukan tim yang memiliki sejarah bagus, kualitas pemain mumpuni, atau kondisi finansial yang berlebih.

Faktanya, Leicester hanya tim antah berantah yang baru kembali promosi ke Liga Inggris di musim 2014/2015 setelah terdegradasi di akhir musim 2003/2004. Terlebih, Leicester adalah tim yang nyaris terdegradasi di musim lalu sebelum mampu bangkit menjelang akhir musim.

Bagi publik, kisah Leicester di musim ini sangat melekat dalam benak mereka. Bisa dibilang, sukses Leicester menjadi juara adalah salah satu bukti keajaiban yang terjadi dalam sepak bola.

Hampir pasti jumlah suporter mereka di musim depan akan bertambah. Bahkan, sudah ada fans tim lain yang beralih menjadi pendukung tim besutan Claudio Ranieri itu. Hal itu terlihat dari pernyataan seorang pendukung Arsenal, Joe, dalam akun Twitter @Goonerology.

“Saya baru menjadi fans Leicester selama 12 menit dan kini mereka sudah memenangi gelar liga. Tak bisa dipercaya karena saya harus menunggu hingga 12 tahun untuk Arsenal,” kicaunya.

I’ve been a Leicester City fan for about 12 minutes now and we’ve already won the league

Can’t believe I had to wait 12 years for Arsenal

Kicauan Joe pun mendapatkan banyak perhatian dari netizen. Bahkan, kicauannya mendapatkan retweet hingga lebih dari lima ribu kali dan likes lebih dari dua ribu kali.

Sukses Leicester memang menjadi fakta menyakitkan bagi tim-tim besar seperti Arsenal. Mereka yang sudah mengeluarkan banyak uang dan memiliki pemain berlabel bintang malah menemui kegagalan.

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!