Peringati Hari Kartini, Ikatan Sarjana Wanita Indonesia Gelar Lokakarya Nasional

JAKARTA Redaksi.co.id – Peringati Hari Kartini, Selasa, 21 April 2015, Ikatan Sarjana Wanita Indonesia (ISWI) bersama pegiat perempuan lainnya menggelar Lokakarya Nasional bertema: Peran Perempuan Dalam Membangun...

50 0

JAKARTA Redaksi.co.id – Peringati Hari Kartini, Selasa, 21 April 2015, Ikatan Sarjana Wanita Indonesia (ISWI) bersama pegiat perempuan lainnya menggelar Lokakarya Nasional bertema: Peran Perempuan Dalam Membangun Karakter Bangsa.

Lokakarya dilangsungkan di Aula Kampus Universitas Nasional (UNAS), lantai III, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ada sekitar 200 peserta dari berbagai unsur antara lain dari: Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP & PA); Para anggota ISWI; Jajaran Pimpinan/ Pegawai UNAS; Pengurus/ Anggota IWWASH; Pengurus/ Anggota Kowani; Pengurus Pusjuki; dan tim dari Q-Pro Nusantara Foundation.

Dalam laporannya, Ketua Pelaksana, Dr. Ir. Nonon Saribanon, M.Si menyampaikan, persiapan Lokakarya sekitar 2 mingguan. Sementara Rektor UNAS dalam sambutannya, yang dibawakan Wakil Rektor III Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNAS, Prof. Dr. Dra. Ernawati Sinaga, MS, Apt mengatakan, sangat mendukung penyelenggaraan Lokakarya Nasional yang memilih tempat di UNAS.

Sedangkan Ketua Umum ISWI, Dr. Ir. Retno Sri Endah Lestari, MSc, PhD dalam sambutannya mengatakan, dalam peringatan Kartini 2015 ini sekaligus merayakan HUT ISWI yang sudah 59 tahun berdiri, dengan sekitar 9.000-an anggota di seluruh Indonesia.

Bahwa membangun karakter bangsa, harusnya dimulai sejak kecil. Dan itu tidak bisa terputus-putus. Sebab itu, ISWI mendukung revolusi mental, untuk memperkokoh karakter bangsa, ucap Retno dalam bagian sambutannya, sebelum acara.

Lokakarya dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi Pembangunan, Rudy Purboyo, SH mewakili Menteri Negara PP & PA, Prof. Dr. Dra Yohana Susana Yembise, MA, PhD. Dalam sambutannya, Menteri mengatakan, peringatan Kartini dapat dijadikan momentum pembangunan karakter bangsa yang berkelanjutan, dikaitkan dengan revolusi mental.

Dari 250 juta penduduk Indonesia, 49,66% adalah perempuan. Jika berikut anak, ada sekitar 70% perempuan berikut anak yang harus menjadi perhatian. Karena itu merupakan aset pembangunan bagi perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia, dan apabila dibiarkan akan menjadi beban negara, demikian pesan Menteri dalam pidato tertulisnya.

Sebab itu, Kementerian PP & PA mengharapkan bersama segenap Ikatan Sarjana Wanita Indonesia dan organisasi perempuan lainnya, dalam memberikan dukungan yang diperlukan bagi perumusan kebijakan yang berorientasi pada pengembangan kebijakan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Ada 4 orang narasumber dalam Diskusi Panel di sesi I yaitu: (1). Masnah Sari, SH, MKn (Mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia/ KPAI), dengan materi: Pengasuhan Anak Berbasis Keluarga; (2). Prof. Dr. Dra. Ernawati Sinaga, MS, Apt (Wakil Rektor III Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNAS) dengan materi: Pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia; (3). Dr. Wahyu Hartomo, MSc (Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian PP & PA) dengan materi: Kebijakan Perlindungan Anak di Indonesia; dan (4). DR (HC) Anni Iwasaki (Presiden Pusat Studi Jepang Untuk Kemajuan Indonesia/ Pusjuki) dengan materi: Solusi Pendanaan Untuk Mewujudkan Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia. Sedangkan Moderator oleh: Prof. Dr. Ir. Nastiti Siwi Indrasti, MSc (IPB).

Setelah para Diskusi Panel, dilanjutkan dengn sesi II pembahasan oleh para Pembahas yaitu: Dr. Sri Hartati Pandi, SKM, MPH; Prof. Dr. Ir. Ani Suryani, DEA (IPB) dan Dr. Diana Fawzia, MA (UNAS). Dilanjutkan kesimpulan oleh Tim Perumusnya yang terdiri dari: Dr. Ir. Nonon Saribanon, MSi; Ir. Ferry Soraya, MSIE; Ir. Nari Bronto, MM dan Dra. Cicik Lestari, MM.

Sementara itu, di sesi terakhir, DR (HC) Sri Keanaya dari Q-Pro Nusantara Foundation yang mempresentasikan materi Women Transformation. Materi berkaitan dengan transformasi potensi diri yang sebelumnya harus dipahami dan dikelola dalam diri, baru kemudian ditransformasikan kepada anak (termasuk bayi dalam kandungan) maupun kepada anggota keluarga, maupun orang lain.

Sri Keanaya juga menjelaskan bagaimana meningkatkan potensi diri, dengan mengerti kemampuan penggunaan brains yang berkaitan dengan otak kiri dan otak kanan. Termasuk pentingnya manusia menghindarkan pikiran-pikiran dan hal buruk, yang akan mengurangi energi positif dalam diri.

Dikatakan Sri, motivator people development yang sudah puluhan tahun menekuni Mind Management ini, keseimbangan penggunaan kemampuan otak kiri (berkaitan dengan afirmasi) dengan otak kanan (visualisasi) sangatlah penting. Karena akan menciptakan kebiasaan gerakan pikiran alam sadar untuk mencapai sukses dengan cepat. Para peserta larut dalam beberapa simulasi yang disajikan. (DANS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!