Cruz Mundur, Trump Calon Tunggal Republiken

redaksi.co.id - Cruz Mundur, Trump Calon Tunggal Republiken Setelah Ted Cruz mundur sebagai calon presiden Amerika Serikat, kini, Donald Trump menjadi satu-satunya wakil Republiken menjadi penantang...

32 0

redaksi.co.id – Cruz Mundur, Trump Calon Tunggal Republiken

Setelah Ted Cruz mundur sebagai calon presiden Amerika Serikat, kini, Donald Trump menjadi satu-satunya wakil Republiken menjadi penantang kandidat dari Demokrat, Hillary Clinton, dalam pemilihan umum 8 November 2016.

Sebelumnya, Cruz menyebut Trump adalah seorang pendusta dan munafik. “Dia pendusta yang tak pantas menjadi presiden,” katanya. Kini seluruh kekuatan dan pendukung Truz dialihkan kepada Trump untuk merebut kursi presiden AS.

Miliader New York yang tak pernah menduduki jabatan publik itu kerap menantang para pengritik maupun pengamat dalam setiap kampanye terkait dengan visi dan misinya. Mantan bintang reality show televisi ini sekarang menyiapkan diri bertarung dengan Clinton dalam pemilihan presiden November 2016.

Salah satu pekerjaan Trump saat ini adalah mempersatukan seluruh pendukung Republik setelah sebelumnya mencemoh Trump menyangkut programnya yang akan membangun tembok di perbatasan Meksiko dan mengusir 11 juta imigran ilegal dari AS.

“Kita harus menyatukan partai jika kita ingin menang pada November mendatang,” ucap Henry Barbour, pemimpin Komite Nasional Republiken dari Mississipi. “Donald Trump pemegang kunci mobil. Beliaulah orang yang dapat mempersatukan kita. Sekarang adalah saat yang tepat bagi para pemilih menyokongnya.”

Dalam sebuah kampanye, Trump pernah melontarkan kritik pedas terhadap pesaingnya dari Demokrat, Hillary. “Kita akan kalahkah Hillary Clinton,” teriaknya. “Dia tidak akan menjadi seorang presiden yang besar, dia tidak akan menjadi seorang presiden yang baik, dia akan menjadi presiden yang buruk, dia tidak mengerti perdagangan.”

Ketua Komite Nasional Republiken, Reince Priebus, dalam akun Twitter menulis, “Kita harus bersatu dan fokus untuk mengalahkan Clinton.” BBC | REUTERS | CHOIRUL AMINUDDIN

(red/ochman/rief/RA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!