BG Dilantik Jadi Wakapolri; Mendagri: Secara Hukum Dia Clean and Clear

237

Kapolri: Saya Sudah dapat Petunjuk Presiden

JAKARTA Redaksi.co.id – Komjen Budi Gunawan (BG) akhirnya resmi dilantik menjadi Wakapolri. Pelantikannya dilakukan secara tertutup, pada Rabu sore (22/4/2015).

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menjelaskan bahwa dirinya sudah mendapat petunjuk dari Presiden Jokowi terkait posisi Wakapolri.

“Saya sudah ada petunjuk dari waktu yang lalu. Presiden katakan serahkan sepenuhnya kepada Wanjakti,” tutur Badrodin ketika ditanya apakah dirinya sudah mendapat persetujuan Presiden dalam menunjuk Komjen BG.

Hal itu dia katakan sebelum mengikuti gala dinner bersama pemimpin negara peserta KAA di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/4/2015).

Badrodin menjelaskan bahwa wanjakti tidak hanya memproses satu nama saja untuk menentukan calon wakapolri. Selain Komjen BG, ada juga nama Kabareskrim Komjen Budi Waseso, Kabarharkam Polri Irjen Putut Eko Bayuseno dan Irwasum Irjen Dwi Priyatno.

“Presiden tidak arahkan nama tapi serahkan sepenuhnya pada keputusan wanjakti,” imbuhnya.

Badrodin juga menjelaskan mengapa dirinya melantik Komjen Budi Gunawan menjadi wakapolri hari ini, meski seharusnya dilantik besok. Hal itu karena dia harus bertolak ke Bandung untuk memantau pengamanan Konferensi Asia Afrika (KAA).

“Jadi rencananya dilantik besok karena prosesnya baru selesai tadi pagi. Sehingga kita rencanakan besok. Tapi besok kegiatan saya penuh, sehingga tidak memungkinkan. Besok malam kan harus berangkat ke Bandung. Sehingga kemungkinan bisa itu minggu depan. Kemudian ada desakan, kalau bisa sekarang saja,” ujar Badrodin.

Badrodin mengakui bahwa pelantikan hari ini memang tidak semua perwira tinggi Polri bisa hadir. Oleh karena itu pihaknya menggelar pelantikan secara sederhana.

“Kalau sekarang boleh, tapi memang tidak semua bisa hadir jadi kita laksanakan secara sederhana saja di lantai 2,” tuturnya.

Sementara itu Mendagri Tjahjo Kumolo berharap agar BG bisa membantu Kapolri untuk segera melakukan reformasi di Polri.

“Ada niat dan kesepahaman yang sama tentang reformasi dalam tubuh Polri secara keseluruhan. Dan ketiga ada pertimbangan secara hukum yang BG, kalau menurut saya, harus direhabilitasi namanya. Secara hukum dia clean and clear, ini negara hukum dari berbagai pertimbangan itulah kami dapat informasi bahwa Wanjakti yang diikuti seluruh bintang 3 semuanya sepakat teken,” jelas Tjahjo di Kemendagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (22/4/2015).

Tjahjo menjelaskan, sejak awal Presiden Jokowi sudah memberikan warning bahwa urusan Wakapolri sepenuhnya kewenangan Wanjakti.

“Siapa pun, apakah mau diambil bintang 3, atau bintang 2 itu kewenangan penuh Wanjakti. Karena Wakapolri itu tidak tanda tangan presiden, juga tidak ada kenaikan pangkat. Pertimbangan BG jelas, saya kira ada proses regenerasi, apa pun Wakapolri harus yang lebih muda,” tegas dia.

Tjahjo juga menegaskan, dengan status Wakapolri itu juga memberi bukti bahwa Komjen BG sudah clear.

“Kan sudah ada keputusan pra-peradilan, ya sudah. itu kan dasar hukum, ini kan negara hukum,” tuturnya.

loading...

Comments

comments!