52 Tahun Dianggap 'Pembunuh', Kakek Ini Dinyatakan Tak Bersalah

140

redaksi.co.id – 52 Tahun Dianggap 'Pembunuh', Kakek Ini Dinyatakan Tak Bersalah

Paul Gatling akhirnya bisa lepas dari status ‘terdakwa’ yang disandangnya selama 52 tahun pada Senin 2 Mei 2016.

Gara-gara itu, pria asal Brooklyn, Kota New York tersebut bahkan sempat mendekam dalam penjaraselama 9 tahun, untuk menebus kesalahan yang tak pernah ia lakukan.

Dengan pembebasan tersebut, nama Paul Gatling dibersihkan dari dakwaan pembunuhan pematung Lawrence Rothbort pada 1964. Dalam persidangan, ia mengaku bersalah supaya tidak dijatuhi hukuman mati.

Dikutip dari News.com.au, pada Rabu (4/5/2016), dengan suara lirih, Gatling berujar di Pengadilan Tinggi Brooklyn yang membebaskannya dari segala tuduhan.

Air mengalir dengan deras di bawah jembatan, tapi jembatan itu masih kokoh berdiri. Jembatan itu adalah jembatan menuju kehidupanku. Aku pernah menjalani kehidupan yang bukan kehidupanku, kata dia.

Istrinya, Florina, yang duduk bangku barisan depan dan menangis bahagia selama pengumuman itu.

Aku sungguh bersyukur, kata Gatling sambil duduk dekat dengan Jaksa Wilayah Ken Thompson dan pengacara Malvina Nathanson dari Legal Aid yang menangani kasusnya 50 tahun lalu. Saya terhenyak, tapi nyaman.

Gatling, yang sekarang tinggal di negara bagian Virginia, didakwa berdasarkan pernyataan saksi, yaitu Marlene, istri korban yang sedang hamil dan seorang pria bernama Grady Reaves yang mengatakan kepada polisi bahwa ia melihat pria tersebut di blok tempat kejadian setelah terjadinya penembakan.

Namun demikian, Reaves pernah menjadi saksi dalam beberapa kasus dan diketahui pernah sekali melanggar sumpah, demikian kata pihak yang berwenang.

Pernikahan pasangan Rothbort diwarnai kekerasan dan perselingkuhan, demikian menurut Asisten Jaksa Wilayah Mark Hale kepada pihak pengadilan ketika ia mengajukan pengampunan Gatling kepada Hakim Dineen Riviezzo.

Marlene sedang hamil sembilan bulan ketika Gatling diadili. Wanita itu pernah terlibat selingkuhdengan seorang penghuni tempat tinggalnya.

Pacar gelapnya pernah mendengar wanita itu mengancam suaminya, yaitu jika sang suami memukulnya lagi, sang istri akan membunuhnya.

Penyataan yang diberikan Nyonya Rothbort tentang kejadian itu, pada hakekatnya, terdengar seperti dialog film murahan yang tidak mungkin terjadi dalam kenyataan, imbuh Hale.

Walaupun begitu, pengacara pembela Gatling dan keluarganya memohon terdakwa agar mengaku bersalah atas dakwaan pembunuhan tingkat kedua di akhir persidangan demi menghindari hukuman mati.

Hukuman atas veteran Perang Korea itu dicabut pada Desember 1973 oleh Gubernur New York, Nelson Rockefeller, pada hari terakhir masa jabatannya. Gatling keluar dari penjara pada Januari 1974, tapi, secara resmi, masih berstatus sebagai terpidana kasus pembunuhan.

Saya menyesali apa yang telah terjadi pada dirimu, dan saya harap keputusan ini membawa damai, kata Hakim Riviezzo sambil menutup sidang dan menyegel kasus ini. Semoga yang terbaik untukmu, Pak.

Kasus Gatling oleh Satuan Penilain Dakwaan pimpinan Jaksa Wilayah Ken Thompson menandai ke-20 kalinya dalam 2 tahun terakhir ini mereka membersihkan nama terpidana.

Selama 50 tahun, Gatling memiliki catatan terkait penghukuman yang salah ini. Ia secara salah harus menjalani kehidupan sebagai seorang pembunuh, kata Thompson. Tapi ia berjuang untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah saat dihadapkan kepada hukuman mati.

Thompson melanjutkan, Inilah kali ke-20 pembersihan hukuman yang salah. Kami berada di sini karena Gatling tidak undur dari permohonannya untuk dianggap tidak bersalah.

Gatling mengatakan kepada para wartawan ia meninggalkan New York karena merasa hidup dibayang-bayangi sebuah awan. Katanya, Sekarang hal itu sudah berlalu. Aku akan meluangkan waktu bersama dengan istriku, dan bermain dengan anak-anak dan cucu-cucu.

(red/andhi/urhartanto/SN)

loading...

Comments

comments!