Ini Perjalanan Sukses Leicester di Dua Musim Terakhir

redaksi.co.id - Ini Perjalanan Sukses Leicester di Dua Musim Terakhir © Reuters / Dylan Martinez Livepic Seorang bocah, fans...

17 0

redaksi.co.id – Ini Perjalanan Sukses Leicester di Dua Musim Terakhir

© Reuters / Dylan Martinez Livepic Seorang bocah, fans Leicester City, memberikan pesan kepada pelatih Claudio Ranieri bahwa Leicester City telah juara Liga Inggris

Leicester City memastikan gelar juara Liga Primer Inggris musim ini. The Foxes telah berhasil mengukir sejarah menjadi juara liga sekaligus gelar pertamanya sepanjang 132 tahun sejarah klub berdiri.

Musim yang menakjubkan bagi ‘Si Rubah’ setelah gol pemain Chelsea Eden Hazard ke gawang Tottenham Hotspur menjadi penentu kemenangan Leicester, Selasa (5/3) dini hari WIB.

Gelar ini membuat the Foxes sejajar dengan 24 tim lain yang pernah mengangkat trofi juara Liga Inggris. Pasukan Claudio Ranieri menjadi tim pertama yang meraih gelar juara Liga Primer Inggris untuk kali pertama sejak Nottingham Forest memberi kejutan yang sama pada 1978.

Berikut momen penting perjalanan Leicester di dua musim terakhir seperti dikutip Reuters, Selasa (3/5) :

2015

21 Maret: Leicester menerima kekalahan 4-3 atas Tottenham Hotspur. Hasilnya mereka terdampar di zona degradasi. Mereka hanya memenangkan empat pertandingan dari 29 penampilan di musim 2014/15 musim lalu. Sedangkan Jamie Vardy hanya memasukan lima gol dari 37 penampilannya bersama Foxes.

26 Maret: Banyak yang mengaitkan bahwa penemuan sisa-sisa kerangka raja Richard III, yang ditemukan di bawah tempat parkir di kota Liecester menjadi tolak ukur kebangkitan sepak bola asal Midland Timur, Inggris ini.

4 April: Leicester bangkit dengan mengalahkan West Ham United 2-1 di King Power Stadium.

25 April: Kemenangan tipis 1-0 atas Burnley membuat mereka lolos dari peringkat tiga terbawah Liga Primer Inggris.

16 Mei: Hasil imbang tanpa gol di kandang Sunderland menegaskan bahwa Leicester tetap berada di kompetisi Liga Inggris musim 2015/16 mendatang.

24 Mei: Leicester mengakhiri musim dengan berhasil memenangkan laga melawan Queen Park Rangers dengan skor 5-1. Di klasemen akhir the Foxes berhasil meraih 11 kemenangan dengan mengantongi 19 kekalahan dan finis di posisi ke 14 berjarak tujuh poin dari Hull City yang turun ke divisi Championship.

(Queens Park Ranger, Burnley, dan Hull City terdegaradasi ke divisi Championship, sedangkan Aston Villa, Sunderland, dan Newcastel berhasil meloloskan diri di posisi ke 17, 16, dan 15).

17 Juni: Leicester City dilaporkan telah memecat manajer Nigel Pearson dengan mengatakan bahwa hubungan kerja antara dirinya dan dewan klub “tidak lagi layak”

Pearson, yang berusia 51 tahun, sebelumnya telah membawa The Foxes finis di peringkat ke-14 di Liga Primer Inggris 2014/15. Pearson diduga terlibat dalam aksis rasisi, dan insiden skandal seksual dengan tiga wanita lokal selama klub tour pramusim di Thailand.

Pearson pertama kali menjadi manajer Leicester pada Juni 2008, namun ia meninggalkan Leicester dua tahun kemudian untuk mengambil alih Hull City sebelum kembali lagi ke Blue Army pada November 2011.

13 Juli: Leicester memastikan CLaudio Ranieri sebagai pengganti Nigel Pearson di kursi kepelatihan Blue Army. 8 Agustus: Ranieri membuka kemenangan bagi Leicester di musim baru 2015/16 dengan mengalahkan Sunderland 4-2.

(Enam pertandingan tak terkalahkan di awal September membuat grafik Leciester secara pesat meningkat, mereka hanya kalah 5-2 melawan Arsenal di 26 September).

21 November: Klub yang bermarkas di King Power Stadium memenangkan laga melawan Newcastle United dengan skor telak 3-0 (Dalam kemenangan ini Leicester langsung melaju ke puncak kalsemen sementara Liga Inggirs).

29 November: Hasil seri 1-1 melawa Manchester United di King Power Stadium menjadikan sang striker Jamie Vardy mengukir prestasi dengan berhasil menorehkan gol di 11 pertanidngan Liga Primer Inggris secara berturut-turut.

23 Desember: Kemenangan 3-2 atas Everton mengamankan posisi mereka di puncak klasemen (boxing day). Terbukti delapan dari 11 tim terakhir yang berhasil menutaskan paruh pertama dengan menjadi kampiun sukses mempertahankan kemenangan hingga akhir musim dan mejuara liga.

2016

14 Januari: Setelah tidak pernah menang di tiga pertandingan kebelakang (kalah melawan Liverpool, imbang dengan Manchester City, Bournemouth, Tottenham) akhrinya Jamie Vardy dkk kembali sukses ke jalan kemenangan dengan skor tipis 1-0 melawan Spurs.

17 Januari: Hasil imbang melawan Aston Villa 1-1 membuat Leicester menggeser posisi Arsenal di puncak klasemen. 7 Februari: Para fan Liecester menuliskan banner di wall stadion dengan perkataan

“Dan sekarangan kita percaya, kita akan memenangi liga!” kepastian ini setelah mereka berhasil menaklukan Liverpool 2-0 dan mengahuncarkan City 3-1 di Etihad Stadium.

11 April: pasukan Blue Army bershasil mencatatkan cleen sheet dalam 5 laga terakhir. Kemenangan 2-0 atas Sunderland membuktikan Leicester semakin kuat.

8 April: Partai menegangkan melawan West Ham United, laga dramatis berkahir 2-2 bagi kedua tim. Jamie Vardy mendapatkan kartu merah lantaran aksi diving. Leicester beruntung memiliki Leonardo Ulloa yang berhasil melesatkan penalti di menit terakhir.

1 Mei: Manchester United berhasil menunda pesta Leicester di Old Trafford dengan skor 1-1, hasil ini masih harus menunggu kepastian laga Chelsea melawan Spurs pada, Selasa (3/5) dini hari WIB.

2 Mei: Kepastian Leicester mengangkat trofi juara Liga Primer Inggris didapat setelah Chelsea menggagalkan kemenangan Tottenham Hotspur. The Blues secara dramatis menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah pada babak pertama tertinggal dua gol.

Gol Eden Hazard di menit ke-83 mengubur ambisi Mauricio Pochettino untuk mengakhir musim dengan gelar liga.

(red/ramanta/utra/amungkas/BPP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!