Lagi, Kecelakaan di Pantura Rembang; Dua Orang Tewas

REMBANG Redaksi.co.id-Dua kasus kecelakaan terjadi di Jalur Pantura Rembang pada Selasa (21/4) tengah malam dan Rabu (22/4/2015) dini hari. Dua orang tewas akibat kecelakaan yang masing-masing terjadi...

58 0

REMBANG Redaksi.co.id-Dua kasus kecelakaan terjadi di Jalur Pantura Rembang pada Selasa (21/4) tengah malam dan Rabu (22/4/2015) dini hari. Dua orang tewas akibat kecelakaan yang masing-masing terjadi di Pantura wilayah Kecamatan Sarang dan Rembang.

Menurut Kanitlaka Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail, kecelakaan di Pantura Desa Kalipang Kecamatan Sarang itu dipicu oleh truk tronton yang parkir di tepi jalan sisi utara menghadap ke timur. Truk tronton BE 9982 CA itu rusak dan sedang diperbaiki oleh sopir dan keneknya.

Namun nahas, dari arah belakang atau dari arah barat, melaju truk tronton boks K 1990 CK yang dikemudikan Moh Asrofi, warga Menawan Kudus. “Sopir truk tronton yang parkir, Erik Pramesa, warga Gebang Lampung Selatan tidak sempat menghindar, sehingga tertabrak dan tewas,” ungkap Ismail.

Sementara kecelakaan yang terjadi di Pantura Desa Tireman Kecamatan Rembang dipicu oleh sepeda motor yang nekat menyalip truk tronton dari arah kiri. Kedua kendaraan itu melaju searah dengan kecepatan sedang dari arah barat menuju timur.
Menurut Ismail, pembonceng sepeda motor terjatuh, setelah gerobok yang digandeng motor ini menyenggol truk tronton yang disalip. Korban bernama Khoiroh, warga Gedongmulyo Lasem, akhirnya meninggal dunia.

Adapun Slamet Untung, pengendara motor jenis Suzuki Tornado K 3836 NE, selamat.
Truk tronton yang terlibat kecelakaan melarikan diri. Minimnya saksi di lokasi kejadian, menurut polisi, menjadi sebab tidak bisa dilakukannya pengejaran. Kala itu, warga lebih fokus menolong korban ketimbang mengingat nomor polisi truk tronton yang terlibat kecelakaan.

Sementara itu, tingginya kasus kecelakaan di Jalur Pantura Rembang dalam seminggu terakhir, membuat polisi lalu lintas harus bekerja ekstra memberikan sosialisasi kepada pengguna jalan. Mereka beroperasi pagi, siang, dan malam untuk menyerukan pentingnya menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan.

Kanitlaka mengingatkan agar pengendara atau pemakai jalan mematuhi rambu lalu lintas dan berkendara secara aman di jalan raya.

Dia meminta pemakai jalan agar menggunakan kecepatan secara bijak. Apalagi Pantura Rembang masih kurang penerangan di banyak titik, sedangkan jalurnya sudah empat lajur.(K Widianto)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!