Sebungkus Rokok di Australia Rp 290 Ribu, Kenapa Mahal?

redaksi.co.id - Sebungkus Rokok di Australia Rp 290 Ribu, Kenapa Mahal? Anda harus merogoh saku sangat dalam bila hendak merokok di Australia. Di negara benua itu,...

12 0

redaksi.co.id – Sebungkus Rokok di Australia Rp 290 Ribu, Kenapa Mahal?

Anda harus merogoh saku sangat dalam bila hendak merokok di Australia. Di negara benua itu, rokok adalah barang mahal.

Satu bungkus rokok berisi rata-rata 25 batang rokok dihargai 15 poundsterling atau sekitar Rp 290 ribu.

Harganya hampir 5 kali lipat dari harga rokok di Indonesia pada umumnya. Tidak berhenti di situ.

Sebagaimana dikutip dari laman Metro, Rabu, 4 Mei 2016, harga rokok akan ditingkatkan 8 poundsterling atau sekitar Rp 154 ribu per bungkus selama empat tahun ke depan.

Sehingga harga sebungkus rokok nantinya bisa mencapai lebih dari Rp 300 ribu per bungkus.

Pemerintah Australia memanfaatkan keuntungan dari mahalnya harga rokok dengan mengumumkan pajak produk tembakau akan ditambah 12,5 persen mulai dari tahun 2017-2020. Itu berarti rokok dikenakan pajak 69 persen.

“Pendapatan bersih dari pajak tembakau akan meningkatkan kas US$ 4,7 mliar selama empat tahun ke depan,” kata bendahara Australia Scott Morrison.

Dia juga menyinggung hal positif lain dari tingginya harga rokok. “Salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah rokok adalah untuk meningkatkan harga rokok,” kata Morrison.

Australia dipercaya menerapkan kebijakan ini dengan harapan akan menurunkan jumlah perokok. Berdasarkan kerja-kerja pemerintah sebelumnya yang menaikan pajak rokok, jumlah perokok di negara itu menurun dari 25 persen menjadi 15 persen dari 1993-2013. METRO.CO.UK | MECHOS DE LAROCHA

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!