Verona Degradasi, Luca Toni Gantung Sepatu

redaksi.co.id - Verona Degradasi, Luca Toni Gantung Sepatu Setelah melalui musim terburuk sepanjang kariernya, Luca Toni akhirnya memutuskan untuk pensiun. Pemain yang sudah berusia 38 tahun...

35 0

redaksi.co.id – Verona Degradasi, Luca Toni Gantung Sepatu

Setelah melalui musim terburuk sepanjang kariernya, Luca Toni akhirnya memutuskan untuk pensiun. Pemain yang sudah berusia 38 tahun itu berniat gantung sepatu pada pekan ini.

Meski sudah berumur, ketajaman Luca Toni sebenarnya masih terjaga. Musim lalu dia masih menjadi pencetak gol terbanyak Serie A bersama Mauro Icardi dengan koleksi 22 gol. Mantan striker tim nasional (timnas) Italia tersebut bahkan sempat dinobatkan sebagai top socrer tertua Serie A.

Namun semuanya berubah pada musim ini. Hellas Verona, tim yang dibelanya sejak 2013 lalu harus menelan pil pahit degradasi dari kasta tertinggi sepak bola Italia.

“Setelah bertahun-tahun bermain sepak bola dan mengambil waktu untuk berpikir, Minggu ini akan menjadi laga terakhir saya sebagai pemain profesional,” kata Luca Toni seperti dilansir Marca.

“Ini keputusan sulit dan menyakitkan bagi saya, tapi saya telah memutuskan ini akhir saya di sepak bola. Saya telah memikirkannya beberapa pekan dan itu bukan pekan yang mudah,” bebernya.

Minggu ini, Verona akan berhadapan dengan Juventus. “Ini menjadi laga terakhir saya,” katanya.

Luca Toni menjelaskan bahwa kondisi fisiknya terakhir ini juga menjadi salah satu alasannya pensiun. Masalah fisik ini juga diperparah dengan memburuknya hubungannya dengan Luigi Delneri. “Saya berusaha menjalin hubungan yang baik dengan Delneri,” katanya. “Namun ini bukan waktu dan tempat yang tepat untuk membahas pilihannya. Musim ini adalah kekalahan bagi siapapun.”

Hingga saat ini Toni sudah mengoleksi 323 gol bersama klub dan timnas, termasuk 156 di Serie A dan pernah merasakan sebagai top scorer di berbagai divisi di empat level kompetisi berbeda sepanjang kariernya. Bersama timnas Italia, Toni juga merasakan gelara juara dunia 2006.

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!