Perubahan Jalur Tol Becakayu untuk Menjawab Kemacetan 25 Tahun ke-depan

BEKASI Redaksi.co.id Rencana perubahan jalur tol layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di Kota Bekasi tidak semata-mata untuk menjaga estetika sepanjang Jl. Ahmad Yani, namun lebih untuk mengantisipasi simpul...

15 0

BEKASI Redaksi.co.id Rencana perubahan jalur tol layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di Kota Bekasi tidak semata-mata untuk menjaga estetika sepanjang Jl. Ahmad Yani, namun lebih untuk mengantisipasi simpul kemacetan. Eksisting lapangan sudah tidak sesuai apalagi 25 tahun ke depan sepanjang Jl. Ahmad Yani rawan kemacetan karena banyak persilangan perlintasan.

Hal tersebut dikatakan Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo.

Menurutnya, sepanjang Jl. Ahmad Yani yang saat ini untuk kegiatan rutin car free day kondisi esistingnya ada persilangan jalur di perempatan jembatan layang Summarecon, perempatan Kayuringin, perempatan BPC hingga pintu keluar Tol Bekasi Barat.

Di jalur tersebut juga ada Stadion Patriot Purnawarman, perkantoran, pusat perbelanjaan, RS Mitra yang secara otomatis akan terganggu jika ada kegiatan pemancangan tiang layang.

Sedangkan kondisi esisting lebar jalan tak kurang 10 -16 meter sudah termasuk pendistrian dan pagar gedung perkantoran serta gororng-gorong saluran.

Perubahan rencana awal di sepanjang Jl. Ahmad Yani pastinya sudah dikaji para ahli tata kota, tinggal Kementrian PU yaitu Dirjen Cipta Karya memperkuat dengan payung hukumnya, jelas Didit.

Ditambahkannya, Pemkot Bekasi sudah memiliki foto udara yang bisa menjadi rujukan bagaimana membuat grand desain pengalihan jalur tersebut disesuaikan kondisi riel di lapangan.
Pengerjaan mega royek Tol Layang Becakayu tahap I sudah dilakukan pemancangan tiang beton di Sumber Artha hingga Jaka Sampurna, Kota Bekasi.

Dari sumber terkait, rencananya, jalur yang semula akan melalui Jl. Ahmad Yani sepanjang 1 kilo meter lebih akan diubah melalui jalur Jl. Kemakmuran, Jl. Perjuangan dan berakhir di Ganda Agung.

Konsep pengalihan tersebut yang berakhir di Ganda Agung juga akan menjadi alternatif baru jalan pintas dari kawasan Bekasi Timur, Bekasi Bagian Utara ke arah Cawang dan Kampung Melayu, ujarnya.

Pembangunan Jl Tol Layang Becakayu mangkrak sejak tahun 1997 sebelum reformasi. Mega proyek sepanjang 21, 1 kilo meter tersebut bernilai sebesar Rp. 6 Triliun. Bahkan persis di bawah tiang pancang berdiri bangunan liar yang saat ini sudah ditertibkan.(pandi)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!