Ratusan Juta Akun Gmail, Hotmail, Yahoo Mail Dijual di Rusia

redaksi.co.id - Ratusan Juta Akun Gmail, Hotmail, Yahoo Mail Dijual di Rusia Ratusan juta username dan password milik pengguna Gmail, Hotmail, dan Yahoo Mail diperdagangkan di...

49 0

redaksi.co.id – Ratusan Juta Akun Gmail, Hotmail, Yahoo Mail Dijual di Rusia

Ratusan juta username dan password milik pengguna Gmail, Hotmail, dan Yahoo Mail diperdagangkan di dunia kriminal Rusia.

Reuters, mengutip Alex Holden, pendiri dan kepala keamanan informasi dari Hold Security dan orang yang tahun lalu menemukan pelanggaran data terbesar sampai saat inimenyebutkan bahwa rincian 272.300.000 akun curian telah diperdagangkan.

Akun layanan e-mail Mail.ru, milik Rusia, menyumbang mayoritas rekening yang diretas pada 57 juta akun, tapi akun lainnya adalah pengguna Gmail, Hotmail, dan Yahoo Mail.

Setelah menyortir duplikasi, temuan akun Yahoo Mail yang diretas mencapai 40 juta atau 15 persen dari hasil tangkapan, Hotmail menyumbang 33 juta atau 12 persen, sedangkan 24 juta atau sembilan persen milik pemegang akun Gmail.

Bukan hanya akun e-mail yang menjadi target, menurut laporan itu. Holden juga menemukan ribuan kombinasi username dan password dicuri milik karyawan dari beberapa perbankan, manufaktur, dan perusahaan retail Amerika Serikat.

Holden menemukan hal itu setelah ia melihat seorang peretas muda Rusia-dijuluki “The Collector”-membual tentang informasi tersebut di sebuah forum online. Ia meminta hanya 50 rubel-kurang dari US$ 1-untuk jumlah yang banyak, tapi Holden diberi informasi secara gratis setelah ia mengatakan menghargai peretas itu.

“Informasi ini ampuh. Data ini bertebaran di bawah tanah dan orang ini telah menunjukkan dia bersedia untuk memberikan data itu kepada orang-orang yang baik padanya,” kata Holden. “Kredensial ini dapat disalahgunakan berkali-kali,” katanya.

Juru bicara Mail.ru, Madina Tayupova, kepada Reuters, mengatakan pihaknya sedang memeriksa apakah kombinasi username/password sesuai e-mail pengguna dan masih aktif. “Segera setelah kami memiliki informasi yang cukup kami akan memperingatkan pengguna yang mungkin telah teretas,” katanya.

Seorang juru bicara Microsoft mengatakan Microsoft memiliki langkah-langkah keamanan untuk mendeteksi kompromi akun dan membutuhkan informasi tambahan untuk memverifikasi pemilik akun dan membantu mereka mendapatkan kembali akses satu-satunya.

THE INQUIRER | ERWIN Z

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!