Mantan Direktur Berita Aljazirah Kecam Vonis Matinya

redaksi.co.id - Mantan Direktur Berita Aljazirah Kecam Vonis Matinya Mantan direktur berita saluran televisi Arab Aljazirah, Ibrahim Mohamed Helal, mengecam putusan terhadap dirinya sebagai sesuatu yang...

14 0

redaksi.co.id – Mantan Direktur Berita Aljazirah Kecam Vonis Matinya

Mantan direktur berita saluran televisi Arab Aljazirah, Ibrahim Mohamed Helal, mengecam putusan terhadap dirinya sebagai sesuatu yang bermotif politik. Ia merupakan satu dari tiga wartawan yang dijatuhi hukuman mati in absentia di Mesir.

Helal merupakan satu dari enam orang yang divonis mati pada Sabtu (7/5), karena diduga membocorkan rahasia negara ke Qatar. Berbicara kepada Aljazirah, Helal mengatakan ada inkonsistensi dalam kasusnya ini dan tuduhan tersebut menurutnya bagian dari kampanye luas pemerintah melawan kebebasan pers.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu (7/5), jaringan Aljazirah mengaku menerima putusan tersebut dengan syok, agitasi, dan kutukan. Keputusan tersebut menurut mereka belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah jurnalisme di dunia. Hal ini seperti penikaman dari belakang bagi profesi jurnalis dan kebebasan berekspresi di seluruh dunia.

Aljazirah menambahkan, organisasi jurnalistik dunia dan Arab serta masyarakat internasional tak harus berdiam diri dalam menghadapi hal ini. Menurutnya pemerintah Mesir lebih menggunakan peradilan untuk mengintimidasi kebebasan jurnalistik dan mengancam kehidupan wartawan dibandingkan menegakkan keadilan.

Aljazirah juga menolak tuduhan Mesir yang menyatakan jaringan tersebut berkolaborasi dengan pemerintah mantan presiden Mohammed Mursi.

“Ketidakkonsistenan utama adalah bahwa kita sebagai wartawan dituduh bekerja sama dengan Ikhwanul Muslimin dan pemerintah Qatar. Karena media rezim, para taipan media Mesir membuat propaganda setiap hari bahwa Qatar adalah pendukung besar dari Ikhwanul Muslimin,” kata Helal.

Menurut Helal tak masuk akal jika Ikhwanul Muslimin dan Qatar membutuhkannya untuk menengahi mereka. Ia juga mengatakan tak memiliki hak mengajukan banding atas putusan tersebut.

“Sebagai orang yang dijatuhi hukuman mati in absentia, saya tidak punya hak untuk mengajukan banding atau diwakili secara sah. Saya tidak percaya bahwa hukum dapat membantu karena tentu saja hukum telah dibajak oleh politik selama tiga tahun terakhir. Tapi saya tidak pernah di organisasi politik manapun, saya tidak pernah melakukan kejahatan apa pun negara saya, dan saya percaya akan dibebaskan satu hari,” ujarnya.

Wartawan Aljazirah lain yang juga diadili secara in absentia adalah warga negara Yordania yakni Alaa Omar Mohamed Sablan. Asmaa Mohamed al-Khatib yang diidentifikasi sebagai reporter media pro-Ikhwanul Muslimin Rassd, juga dijatuhi hukuman mati in absentia.

Pemerintah Mesir telah berulang kali mengatakan pengadilan negara itu beroperasi secara independen.

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!