Pengakuan Begal asal Lampung: Kampung Kami Memang Dikenal sebagai Kampung Perampok

JAKARTA Redaksi.co.id - Dua orang pelajar SMP dan SMA yang menjadi anggota komplotan begal dari Lampung mengakui, kampung halamannya, Kampung Jabung, Lampung Timur, sebagai kampung perampok.“Kampung...

3409 0

JAKARTA Redaksi.co.id – Dua orang pelajar SMP dan SMA yang menjadi anggota komplotan begal dari Lampung mengakui, kampung halamannya, Kampung Jabung, Lampung Timur, sebagai kampung perampok.

“Kampung kami memang dikenal sebagai kampung perampok,” kata AN (17), pelajar kelas 1 SMA asal Jabung Timur, Lampung, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/4/2015).

Menurut AN, para pelaku kejahatan asal Lampung kerap melarikan diri ke kampung halamannya. Di situ, mereka bersembunyi dari kejaran aparat polisi setelah suskes melakukan kejahatan di Ibu Kota.

“Sembunyinya di gubuk-gubuk dan di hutan-hutan,” cetusnya.

Tidak hanya itu, AN juga bercerita soal kampungnya, Jabung, Lampung Timur yang dikenal sebagai kampung perampok itu.

“Kalau ada polisi datang dihadang sama anak kecil dan ibu-ibu,” ujarnya.

Hal ini diamini oleh Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen.

“Iya, dulu anggota pernah mau nangkap pelaku ke Jabung itu disembunyikan tersangkanya oleh orang-orang sana,” kata Handik.

Dua orang pelajar asal Jabung, Lampung Timur itu direkrut menjadi anggota komplotan begal pimpinan Zakaria. Sebelum diterjunkan ke lapangan, sang ‘kapten’ yang tewas dalam baku tembak dengan polisi di Tamansari, Jakbar itu melatih keduanya agar cekatan dalam beraksi.

“Mereka diberi semacam pelatihan dulu sebelum diikutkan ke lapangan oleh kaptennya Si Zakaria ini,” ungkap Handik kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/4/2015).

Dia mengatakan, kedua tersangka diberi imbalan atas keikutsertaannya dalam melakukan aksi begal tersebut.

“Bayarannya tergantung hasil curiannya. Biasanya motor hasil curiannya dijual Rp 1,5 juta sampai Rp 5 juta, itu nanti dibagi-bagi,” jelasnya.

Dua tersangka itu merupakan anggota rekrutan baru. Mereka mengaku baru bergabung dua minggu.

Menurut AN, sebelum dia dan FR turun ke lapangan, keduanya mendapatkan pelatihan dari Zakaria dalam hal kecekatan mencongkel kunci motor.

“Latihan dulu di Kemayoran, latihannya cuma 4 hari saja. Langsung bisa,” kata AN.

AN mengatakan, tidak butuh waktu lama untuk mengambil motor. Dia pun ‘dinobatkan’ sebagai ‘pemetik’ oleh tersangka Zakaria.

“Nggak susah kok itu, kan pakai kunci letter T, nggak sampai semenit,” ujar dia.

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!