Lurah Duren Jaya, Bekasi Timur Galakkan Pembuatan Lubang Biopori

BEKASI Redaksi.co.id – Dalam rangka gerakan sejuta lubang biopori di Kota Bekasi Jawa Barat, Lurah Duren Jaya, Bekasi Timur, Fitri Widyati, memberikan pelatihan cara membuat lubang biopori...

28 0

BEKASI Redaksi.co.id – Dalam rangka gerakan sejuta lubang biopori di Kota Bekasi Jawa Barat, Lurah Duren Jaya, Bekasi Timur, Fitri Widyati, memberikan pelatihan cara membuat lubang biopori kepada pengurus RW dan RT se-Kelurahan Duren Jaya, Sabtu (25/04/2015).

Turut hadir juga Camat Bekasi Timur, Drs. Nadih, dalam acara tersebut.

“Gerakan lubang biopori sangat bagus untuk mengurangi bencana banjir dan erosi di Kota Bekasi,” kata Lurah Duren Jaya, Bekasi Timur, Fitri Widyati.

Ia mengakui memang belum ada peraturan yang mengatur tentang pembuatan lubang biopori masal. Tetapi pemerintah sudah merencanakan akan membuat lubang biopori dan menyarankan kepada masyarakat untuk membuat lubang biopori di halaman rumah dan di ruang terbuka hijau.

Fitri, berharap program lubang biopori bisa merata di seluruh wilayah Duren Jaya, Bekasi Timur. Karena bisa menjaga keseimbangan ekosistem alam.

“Minimal berjarak tiga meter ada lubang biopori tetapi untuk bisa suksesnya gerakan biopori perlu kesadaran dari masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan, langkah awal sudah dilakukan Pemerintah Kota Bekasi untuk mensukseskan program penanaman sejuta pohon dan sejuta lubang biopori.

“Kalau bukan kita, lalu siapa lagi yang akan melestarikan alam,” kata Fitri.

Ia mengingatkan bahwa alam ini bukan warisan nenek moyang tetapi milik anak cucu. Jadi kita harus memberikan keadilan kepada generasi selanjutnya untuk bisa menikmati alam dan isinya dengan seimbang bahkan bisa lebih menikmati dari sekarang.

Sementara itu, Camat Bekasi Timur, Drs. Nadih, mengatakan program lumbang biopori sudah dilaksanakan Pemerintah Kota Bekasi. Pemkot juga sudah mensosialisasikan kepada masyarakat bagamana cara membuat dan memanfaatkan lubang biopori.

“Setiap rumah yang ada di Kota Bekasi harus memiliki lubang biopori,” kata Nadih.

Namun, kata dia, program pembuatan lubang biopori di setiap rumah warga tidak akan berhasil jika pengurus RW/RT dan masyarakat tidak mendukung. (Agus S)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!