Warga Jerman Enggan Berhubungan dengan Muslim

redaksi.co.id - Warga Jerman Enggan Berhubungan dengan Muslim Sebuah jajak pendapat baru-baru ini di Jerman menunjukkan, mayoritas warga di sana membatasi diri berhubungan dengan umat muslim....

22 0

redaksi.co.id – Warga Jerman Enggan Berhubungan dengan Muslim

Sebuah jajak pendapat baru-baru ini di Jerman menunjukkan, mayoritas warga di sana membatasi diri berhubungan dengan umat muslim. “Hanya sedikit yang paham tentang agama mereka,” tulis jajak pendapat tersebut.

Menurut hasil survey yang dilakukan oleh YouGov untuk kantor berita DPA , 62 persen respondennya yang terdiri kaum non-muslim itu mengatakan, tidak ada lingkaran dekat mereka baik sahabat ataupun keluarga beragama Islam.

Hasil survei yang dirilis pada Jumat, 6 Mei 2016, itu medatangkan ketegangan politik di negeri itu setelah kedatangan sekitar satu juta pengungsi muslim tahun lalu akibat perang dan kemiskinan di Afrika dan Timur Tengah. Kedatangan umat Islam ke Jerman dimulai sejak 60 tahun silam ketika kaum muslim dari Turki diundang untuk mengisi kekosongan tenaga kerja demi pertumbuhan ekonomi yang ambruk akibat Perang Dunia II.

Sejak itu, sekitar empat juta umat muslim menjadi warga negara Jerman. Partai populis sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) yang membuat kemenangan dalam serangkaian pemilihan umum mulai mengadopsi sikap anti-Islam sebagai bagian dari manifesto barunya. “Islam bukanlah milik warga Jerman,” bunyi deklarasi AfD, seraya menyatakan melarang pembangunan menara masjid.

Sementara itu, dukungan terhadap Kanselir Angela Merkel dari partai konservatif Demokrat Kristen mulai merosot sejak kedatangan pengungsi delapan bulan lalu ke Jerman. “Para pendukung Mekel mengalihkan sokongannya kepada AfD,” tulis Al Jazeera. Manifesto baru AfD dan kepirhatinannya tentang Islam mendatangkan kecaman dari para pemimpin politik dan agama di Jerman.

Dalam sebuah wawancara dengan koran Neue Osnabrucker Zeitung, Kamis, 5 Mei 2016, sekutu kuci Merkel, Volker Kauder, mengatakan, umat Islam adalah bagian dari kehidupan jerman, adapun Islam tidak membentuk warga Jerman baik melalui sejarah maupun kebudayaan. “Namun di sana ada kesalapahaman. Umat muslim adalah bagian dari warga negara Jerman, tidak perlu dipertanyakan lagi soal itu,” kata Kauder, yang memimpin anggota parlemen dari Demokrat Kristen, kaum Bavaria, dan Uni Sosial Kristen.

Hasil jajak pendapat YouGov juga menunjukkan banyak kaum belia Jerman suka berhubungan dengan umat Islam di sana dibandingkan dengan generasi yang lebih tua. Kaum muda yang berusia antara 18 hingga 24 tahun itu mengatakan, mereka mengenal umat muslim di Jerman. Tetapi 52 persen umat non-muslim Jerman mengatakan kepadaYouGov bahwa mereka sama sekali tidak mengenela Islam.

“Dari lima orang yang ditanya, semuanya mengaku tidak beragama.” Meskipun demikian, pada saat yang sama, menurut hasil temuan YouGov, 68 persen umat muslim memiliki pengetahuan yang baik bahkan sangat baik tentan Kristen. AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!