DPR Akan Cabut PMN ke BUMN Jika Tak Patuhi Perjanjian

JAKARTA Redaksi.co.id - Penyertaan Modal Negara (PMN) ke sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah disetujui DPR RI pada pengajuan APBN-P Januari 2015 lalu.Namun dalam pelaksanaannya,...

12 0

JAKARTA Redaksi.co.id – Penyertaan Modal Negara (PMN) ke sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah disetujui DPR RI pada pengajuan APBN-P Januari 2015 lalu.

Namun dalam pelaksanaannya, ada 10 catatan yang harus dipatuhi. Catatan ini sekaligus masuk dalam perjanjian para BUMN dengan Komisi VI DPR melalui Kementerian BUMN.

Beberapa diantaranya yaitu, penyertaan atau tambahan modal tersebut harus digunakan untuk yang bersifat proyek. Tidak bisa digunakan untuk operasional kantor maupun pembayaran hutang. Kemudian, untuk PMN ini harus dibukakan account tersendiri. Jadi tidak bisa digabung dengan rekening BUMN sebelumnya.

Menjawab pertanyaan Redaksi.co.id, seputar komitmen BUMN yang memperoleh PMN, Ketua Komisi VI DPR RI, Achmad Hafiz Thohir menegaskan, jika 1 saja dari 10 catatan itu tidak dipatuhi BUMN, maka bisa berakibat dicabutnya kucuran modal yang sudah disetujui sebelumnya.

“Satu saja dari 10 catatan itu tidak dipatuhi BUMN, kita akan cabut kembali apa yang sudah disetujui sebelumnya. Jadi, mereka tidak bisa main-main,” tegas Ahmad Hafiz Jumat malam (24/04/2015), usai Rapat Paripurna, di lobby Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Sementara untuk fungsi pengawasan DPR, dijalankan dengan cara membentuk Panitia Kerja (Panja) Pengawasan, selama 1 tahun. Dan akan dibentuk lagi, untuk yang ada multi years hingga 3 tahun.

“Nah, untuk pengawasannya, Komisi VI membentuk Panja Pengawasan untuk 1 tahun. Demikian juga nanti akan dilanjutkan pembentukan Panja untuk yang multi years hingga 3 tahunan. Panja Pengawasan inilah yang nanti akan mengkaji laporannya dan check lapangan. Apakah progres penggunaannya sesuai dengan business plan yang kita setujui atau tidak,” bebernya.

Wakil Ketua Umum PAN ini juga menjelaskan, BUMN tidak bisa sembarangan merubah business plan-nya ditengah jalan.

“BUMN tidak bisa seenaknya merubah business plan-nya ditengah jalan. Termasuk soal target pencapaiannya,”tegasnya.

Sebab itu, BUMN kita minta memberi laporan berkala per 3 bulanan. Dan ini masuk dalam salah satu perjanjian.

“Dari laporan berkala per periode 3 bulanan itu nanti kita akan ketahui, apakah penggunaan PMN itu sesuai atau tidak. Ini mekanisme pengawasan yang kita tempuh. Kita akan analisa laporan progres pekerjaannya,” lanjutnya.

Anggota DPR dari dapil Sumsel I ini juga menjelaskan, Komisi VI hanya mengawasi Rp. 43 triliun dari total Rp. 74,9 triliun. Sisanya dalam pengawasan Komisi XI.

“Komisi VI hanya mengawasi Rp. 43 triliun dari total 74,9 triliun. Sisanya dalam pengawasan Komisi XI,” lanjutnya.

Diketahui, Menteri BUMN, Rini Sumarno mengajukan PMN bagi sekitar 40 BUMN. Namun beberapa diantara BUMN tersebut ada yang bermasalah dalam kinerjanya. Namun Komisi VI DPR tetap menyetujui, dan selanjutnya disetujui dalam Rapat Paripurna.

Beberapa perusahaan penerima PMN itu antara lain: Kelompok BUMN penerima PMN yang bertugas meningkatkan kedaulatan pangan di antaranya adalah Perum Bulog, PT Pertani, PT Sang Hyang Seri, PT Perikanan Nusantara, Perum Perikanan Indonesia, PT Garam, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, dan PT PNM.
Sedangkan BUMN yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan maritim yang menerima PMN adalah PT Angkasa Pura (AP) II, PT ASDP, PT Pelni, PT Djakarta Lloyd, PT Hutama Karya, Perum Perumnas, PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, PT Industri Kapal Indonesia, PT Pelindo IV, PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Sementara banyak pihak yang meragukan PMN tersebut akan mencapai hasil yang diharapkan. Bahkan beberapa diantaranya mengatakan, PMN itu akan menjadi bancakan orang-orang tertentu. (DANS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!