Polda Kalbar Bikin Terobosan: Dari Pos Polisi Terindah Hingga Salam Zero

PONTIANAK Redaksi.co.id Bila kita melewati jalan utama A. Yani di Pontianak, ibukota Provinsi Kalimantan Barat, persisnya di Megamall, ada pemandangan menarik di sudut depan halamannya. Apa itu?...

27 0

PONTIANAK Redaksi.co.id Bila kita melewati jalan utama A. Yani di Pontianak, ibukota Provinsi Kalimantan Barat, persisnya di Megamall, ada pemandangan menarik di sudut depan halamannya. Apa itu? Police Corner namanya.

Polda Kalimantan Barat (Kalbar) bikin terobosan. Pos Polisi yang sering terkesan kurang ramah, disulap menjadi apik, indah, lengkap dengan penyejuk ruangan ber AC, masuk mesti membuka alas kaki dan dinamai Police Corner. Menariknya lagi, yang bertugas mayoritas adalah Polisi Wanita (Polwan), lengkap dengan sepeda, helm dan alat komunikasi yang setiap jam akan keliling di lingkungan sekitar.

Kita memang selalu mengedepankan Polisi Pro Aktif. Bila tindakan premtif (penyuluhan) dan preventif (pencegahan) bisa dikedepankan, maka masyarakat akan lebih aman. Situasi kamtibmas juga terkendali, karena ada pendekatan deteksi dini yang baik, papar Kapolda Kalbar Brigjen Drs. Arief Sulistyanto M.Si kepada Redaksi.co.id, kemarin.

Boleh jadi, untuk saat kini, police corner jadi pos polisi terindah se Indonesia. Police Corner yang baru diresmikan Maret lalu, ke depan akan banyak dibangun di pusat-pusat keramaian masyarakat di wilayah Kalbar.

Konsep Polisi Pro Aktif yang dimaksud Arief, adalah lebih menitikberatkan fungsi penyuluhan (preemtif) dan pencegahan (preventif) dalam memelihara kamtibmas di lingkungannya. Sehingga, langkah penegakkan hukum menjadi alternatif terakhir saja.

Konsekuensinya, biaya operasional polisi di lapangan juga bisa ditekan. Karena intinya adalah adanya hubungan kemitraan yang sehat dan saling membutuhkan antara polisi dan mayarakat.

Meski melakukan efisiensi, namun fungsi utama Polisi dalam memelihara Kamtibmas tetap dioptimalkan.Fungsi intelijen untuk melakukan deteksi dini secara berkala hingga harian terus ditingkatkan.

Tiga bulan pertama semenjak dilantik sebagai orang nomor satu di Polda Kalbar, Arief gemar blusukan ke daerah. Langkah pendekatan tutorial pun diterapkan hingga ada analisa dan evaluasi (anev) berkala di tiap Polres.

Bila mereka tidak dapat menunjukkan kinerjanya dengan baik, misalnya tidak berhasil menurunkan angka kriminalitas sampai 15%, kita kasih bendera hitam tengkorak, tegas Arief.

Dan, sudah ada beberapa Polres yang mendapat bendera hitam ini, yang akibatnya harus menanggung malu serta lebih memperbaiki kinerjanya kedepan.

Di Kalbar, ada 12 Polres (Sintang, Melawi, Sekadau, Sanggau, Polresta Pontianak, Singkawang, Bengkayang, Sambas, Landak, Kapuas Hulu, Menpawah) yang dihuni sekitar 11 ribuan polisi.

Semua Polres tersebut sudah dikunjungi oleh Arief beserta isterinya dr. Niken Manohara, M.Gizi, yang setia mendampingi hingga ke tingkat Polsek di pelosok yang perjalanan daratnya saja lebih dari 12 jam.

Luas Kalbar 147.307 kilometer persegi di mana hampir seribu kilometer berbatasan langsung dengan Malaysia, memang perlu pengawasan yang ekstra. Terlebih, kasus penyimpangan seperti penyelundupan barang-barang pokok, bahan bakar minyak, obat terlarang (narkoba) hingga manusia, kerap terjadi.

Sementara, sarana operasional yang tersedia saja, misalnya, masih sangat terbatas. Di lima Polres yang berbatasan langsung dengan Malaysia (Sintang, Sanggau, Sambas, Bengkayang dan Kapuas Hulu), idealnya memang tersedia kendaraan sejenis 4×4 (double cabin) dan motor trail untuk operasional setiap Polres dan Polsek. Bahkan, kondisi Kalbar yang juga banyak dilalui sungai dan begitu luas, pun Poldanya harus dilengkapi dengan kapal cepat patrol serta helikopter modern.

Kita ada satu helikopter tapi usianya mungkin lebih tua dari sayahahaha. Soal speedboat, ini masalahnya bahan bakarnya yang lumayan mahal, jelas Arief.

Ya, ini semua menjadi pekerjaan rumah tak hanya bagi Polda atau Polri tentunya. Pemerintah juga harus membantunya untuk menegakkan kedaulatan di segala bidang di wilayah perbatasan dengan negara tetangga. Bahkan sudah sepantasnya Polda Kalbar dengan segala tantangan tugas yang begitu besar, statusnya dinaikkan menjadi tipe A, yang dipimpin Jenderal Bintang Dua (Irjen).

Itu sebabnya Arief bersuara dan bertindak keras untuk sama-sama memelihara kamtibmas di Kalbar seoptimal mungkin.

Dengan berbagai keterbatasan yang ada, Arief yang baru memasuki bulan kesepuluh April ini bertugas di Kalbar, juga memompa semangat jajarannya dengan keteladanan. Salah satunya dengan untuk meneken Komitmen Integritas, yang kalau disimpulkan adalah kampanye zero pelanggaran dalam segala hal dari tugas dan pekerjaan polisi.

Saking asyiknya berkampanye ihwal keteladanan, Arief dikenal juga dengan sapaan salam zero, yang kemudian dibukukan Januari kemarin dengan judul Salam Zero, Revolusi Mental Mencetak Polisi Profesional Anti Korupsi.

Tantangan yang dihadapi pun juga tidak kalah hebatnya. Baru tiga bulan menjabat Kapolda, salah satu anak buahnya tertangkap oleh Polisi Diraja Malaysia karena kasus narkoba.

Tetapi Arief tidak mau menutupi kasus anak buahnya yang memang terbukti bersalah. Ia langsung memproses, dan melakukan jumpa pers dengan menggelar perkara secara detil.

Yang bersangkutan memang tergolong bad police. Sebelum di Polda Kalbar saja sebenarnya sudah melakukan pelanggaran. Dengan kejadian ini kita pecat dengan tidak hormat, paparnya.

Ditambahkan, aebenarnya selama di sini pihaknya tidak pernah melakukan inovasi baru yang sifatnya belum dilakukan.

“Saya hanya membuat bagaimana apa yang sudah ada diefektifkan dengan metode lebih mudah. Jadi jangan dianggap kebijakan saya. Tugas utama polisi kan yang generik preemptif, preventif dan penegakkan hukum. Aspek leadership yang penting. Nanti kalau saya pergi, percuma kan kalau tidak jalan lagi, pesan Arief lagi.

Deteksi dini memang menjadi sangat bermanfaat. Bila semua Polda beserta jajarannya bisa melakukan ini dengan baik, maka kondisi kamtibmas dapat lebih terjaga. Intinya, sambung Arief lagi, kita harus selalu berfikir menembus batas (bri).

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!