9 Terpidana Mati Kasus Narkoba Sudah Masuk Kamar Isolasi

JAKARTA Redaksi.co.id - Kejaksaan Agung saat ini tengah menyiapkan rencana eksekusi mati sembilan gembong narkoba yang masuk dalam tahapan kedua.Hal itu dikemukakan Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan...

54 0

JAKARTA Redaksi.co.id – Kejaksaan Agung saat ini tengah menyiapkan rencana eksekusi mati sembilan gembong narkoba yang masuk dalam tahapan kedua.

Hal itu dikemukakan Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung Tony Spontana saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (26/4/2015).

Tony sendiri mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan lokasi pemakaman para terpidana mati tersebut. Beberapa diketahui ada yang akan dikembalikan ke negara asalnya.

Diperoleh kabar, sembilan terpindana mati yang akan menjalani eksekusi mati sudah masuk kamar isolasi. Warga negara Perancis yang juga terpidana mati, Sergei Arezky Atloui, untuk sementara lolos dari eksekusi gelombang dua. Warga negara Perancis ini tengah mengajukan upaya hukum melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait vonis mati yang mendera.

Proses pemindahan tahanan selesai dilakukan pada Jumat 24 April 2015, pukul 22.00 WIB. Sama seperti gelombang pertama, kamar isolasi dipusatkan di Lapas Besi, Nusa Kambangan.

Terpidana mati yang paling akhir memasuki ruang isolasi adalah Rodrigo Gularte. Dia dipindah dari Lapas Pasir Putih ke ruang isolasi di Lapas Besi sekitar pukul 20.00 WIB. Kamar isolasi memuat dua terpidana mati. Namun, ada tiga napi yang ditempatkan sendiri dalam sel isolasi.

Mereka adalah Mary Jane Viesta Veloso, Rodrigo Gularte, dan Sylvester Obiekwe Nwolise. Sementara enam narapidana lainnya menempati sel isolasi berdua.

Raheem Agbaje Salami yang merupakan warga negara Afrika Selatan dan terlibat dalam kasus penyelundupan 5,8 kg satu kamar dengan Okwudili Oyatanze.

Zaenal Abidin, satu-satunya WNI yang dieksekusi mati satu kamar dengan Martin Anderson alias Belo, warga negara asal Ghana yang terlibat penyelundupan 500 gram heroin.

Sementara itu, duo Bali Nine Myuran Sukumaran satu kamar dengan Andrew Chan. Mary Jane Viesta Veloso satu kamar dengan Rodrigo Gularte.

Belum diketahui waktu pasti pelaksanaan ekseksui mati jilid II tersebut. Namun pihak Kejagung sudah menghubungi pihak kedutaan besar negara yang warga negaranya akan dieksekusi. Dua di antaranya adalah WN Australia Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Keluarga mereka sudah menjenguk ke LP Nuskambangan, Minggu, sekitar pukul 08.30 WIB. Mereka didampingi oleh Konsulat Jenderal Australia Majel Hind dan pengacara asal Australia Julian McMahon. Turut dalam rombongan, Helen (ibunda Andrew Chan), Michael Chan (kakak Andrew Chan), Sam (ayah Myuran Sukumaran), Raji (ibunda Myuran Sukumaran), serta Chintu dan Brinka (adik Myuran Sukumaran).

Sejak rencana eksekusi mati ini disampaikan, gelombang protes muncul baik dari pemerintah maupun dari masyarakat Australia. Namun pemerintah Indonesia tidak terpengaruh.

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!