Pembalap Ducati Curhat Kesialan di MotoGP 2016

redaksi.co.id - Pembalap Ducati Curhat Kesialan di MotoGP 2016 Pembalap Ducati Corse, Andrea Iannone, mengaku bisa saja memenangi balapan MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans, akhir...

31 0

redaksi.co.id – Pembalap Ducati Curhat Kesialan di MotoGP 2016

Pembalap Ducati Corse, Andrea Iannone, mengaku bisa saja memenangi balapan MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans, akhir pekan. Sayang, kecelakaan pada menimpa Iannone kala balapan masih menyisakan 13 lap lagi.

Padahal, Iannone start dari posisi ketiga dan sempat menyodok hingga urutan kedua, di mana pembalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, memimpin balapan. Pembalap asal Italia itu merasa frustrasi, karena dia terjatuh ketika sesungguhnya berpeluang naik podium teratas.

“Saya memiliki perasaan yang bagus dengan motor, saya mengendarai motor tanpa kesulitan, tidak perlu mendorong sangat keras untuk jadi cepat, saya sangat senang untuk ini,” ungkap Iannone, seperti dilansir Fox Sports.

“Tapi, ketika datang balapan, segalanya berbeda dan lebih sulit, bukan untuk menjadi cepat, tapi sulit menghindari kecelakaan,” katanya.

Iannone merasa sangat berpotensi naik podium di Sirkuit Le Mans, meskipun dia tidak tahu apa yang terjadi pada 28 lap keseluruhan di MotoGP Prancis. Yang membuat dia yakin kala itu adalah kecepatan motornya yang sangat bagus dan bisa bersaing dengan Lorenzo.

“Sebelum kecelakaan, kecepatan saya sangat bagus. Akan menjadi pertarungan yang sangat hebat dengan Lorenzo, saya pikir kami punya potensi ini,” ujar Iannone.

Dari lima balapan yang telah dilakoni pada MotoGP 2016, Iannone tiga kali gagal finis. Rekan setimnya di Ducati, Andrea Dovizioso juga mengalami kesialan yang sama dengan gagal finis tiga kali dalam lima balapan.

Menurut Iannone, situasi ini sangat sulit bagi semua orang di tim Ducati Corse. Sebab, dia memiliki perasaan yang sangat bagus pada motornya, terutama pada tiga balapan pertama MotoGP 2016.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi, sulit untuk menjelaskan. Saya tidak punya masalah dengan pengereman dan ban depan. Ini sangat aneh, sangat penting memahami situasi ini bersama tim,” beber rider berusia 26 tahun ini.

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!