Bayi Kembar Tiga Lahir di Rembang, Kondisinya Membaik

REMBANG Redaksi.co.id Bayi kembar tiga yang dilahirkan Aniyati (27 tahun), warga Desa Doropayung, Kecamatan Pancur hingga Rabu dini hari (29/4/2015) semakin baik kondisinya.Seperti diketahui, Aniyati pada...

46 0

REMBANG Redaksi.co.id Bayi kembar tiga yang dilahirkan Aniyati (27 tahun), warga Desa Doropayung, Kecamatan Pancur hingga Rabu dini hari (29/4/2015) semakin baik kondisinya.

Seperti diketahui, Aniyati pada Jumat (24/4/2015) sekira pukul 10 malam melahirkan tiga bayi kembar laki laki di rumah sakit dr R Soetrasno Rembang. Ketiga bayi yang dilahirkan Masing masing memiliki bobot 1,1 kilo gram, 1,2 kilo gram dan 1 kilo gram lebih sedikit.

Sebelumnya, Aniyati dan sang suami, Ngadimin telah memiliki seorang anak perempuan berusia 9 tahun.

Aniyati mengaku kaget bercampur rasa senang, ketika melahirkan bayi kembar tiga. Ia beralasan saat masih mengandung, hasil pemeriksaan bidan maupun dokter memperkirakan hanya kembar dua.

Tapi memang berat badannya sempat melambung tinggi hingga 77 kilo gram dan kedua kakinya bengkak cukup besar. Aniyati berulang kali memanjatkan doa, agar semua bayinya selamat.

Kondisi bayi kembar tiga itu memang semakin membaik, sementara itu ibu dari bayi itu masih menjalani perawatan di rumah sakit dr R Soetrasno Rembang. Ia fokus memulihkan kedua kakinya yang bengkak, sambil terus memantau perkembangan ketiga bayinya yang berada di ruang terpisah.

Aniyati mengaku mencemaskan biaya perawatan sang buah hati, karena bayi tidak langsung terdaftar sebagai pasien Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Padahal setiap hari ditaksir menelan biaya Rp 800 ribu.

Suaminya, Ngadimin yang sehari hari bekerja serabutan, telah berusaha menanyakan kepada pemerintah desa Doropayung, untuk mencari solusi, agar bisa digratiskan.

Sebagai keluarga kurang mampu, Aniyati menyatakan tidak sanggup membayar biaya perawatan sebesar itu.

Berdasarkan pantauan wartawan, keadaan bayi kembar tiga itu sehat. Namun berat badannya belum meningkat. Dokter sudah melepas plastik yang digunakan membungkus bagian tubuh dua bayi, lantaran suhu badan mereka berangsur angsur normal. Sedangkan alat bantu pernafasan masih difungsikan.

Dokter spesialis anak RS dr R Soetrasno, dr. Bambang Suyudono menuturkan, bayi kembar tiga harus mendapatkan perawatan di dalam inkubator, beberapa hari kedepan. Soal estimasi waktu kepulangan, tinggal menunggu perkembangan.

Terkait keluhan biaya, manajemen rumah sakit dr R Soetrasno menyarankan supaya orang tua bayi mengurus kartu Jaminan Kesehatan Rembang Sehat atau JKRS. Begitu sudah terdaftar, pihak rumah sakit memastikan biaya perawatan bayi gratis. (Hasan)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!