Delapan Terpidana Mati Dieksekusi Pukul 00.35

Eksekusi Terhadap Mary Jane DitundaJAKARTA Redaksi.co.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan delapan terpidana mati telah dieksekusi pada pukul 00.35 WIB, Rabu dini hari (29/4/2015). Selanjutnya para terpidana...

41 0

Eksekusi Terhadap Mary Jane Ditunda

JAKARTA Redaksi.co.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan delapan terpidana mati telah dieksekusi pada pukul 00.35 WIB, Rabu dini hari (29/4/2015). Selanjutnya para terpidana mati itu dimandikan dan diambil proyektil peluru dari jantungnya.

Tim regu tembak secara serentak memuntahkan timah panas ke arah 8 terpidana mati yang berjejer di lapangan tembak Limus Buntu, Nusakambangan. Tak lama kemudian dokter memeriksa kondisi mereka.

Tim dokter pun menyatakan 8 terpidana mati itu telah meninggal dunia pada pukul 01.02 WIB.

Ke delapannya adalah Myuran Sukumaran dan Andrew Chan (Australia); Martin Anderson (Ghana); Raheem A Salami, Sylvester Obiekwe, dan Okwudili Oyatanze (Nigeria); Rodrigo Gularte (Brasil); serta Zainal Abidin (Indonesia).

“Selanjutnya jenazah dimandikan dan diambil proyektilnya dari tubuh dan dijahit kembali,” kata Kapuspenkum Tony T Spontana ketika dihubungi, Rabu (29/4/2015).

Kemudian kedelapan jenazah itu akan didoakan dan dibawa menggunakan ambulans menuju ke tempat persemayaman. Kemudian jaksa akan mendampingi hingga nantinya terpidana dimakamkan atau dibawa ke negara asalnya.

Delapan terpidana dipastikan tewas dengan selisih 27 menit setelah didor oleh regu tembak.

“Ditembak 00.35 WIB meninggal 01.02 WIB untuk delapan terpidana,” kata Kapuspenkum Kejagung, Tony.

Jaksa Agung HM Prasetyo sebelumnya menjelaskan, eksekusi tidak dilakukan satu per satu tapi dilaksanakan secara serentak.

Prasetyo mengatakan, untuk setiap terpidana mati disiapkan satu regu tembak yang beranggotakan 13 orang termasuk satu orang sebagai komandan. “Supaya tidak saling menunggu,” ujarnya.

Mary Jane Lolos

Ekdekusi mati ini rencananya akan dilaksanakan terhadap 9 terpidana mati kasus narkkba, tapi, mendadak eksekusi mati terhadap warga negara Filipina, Mary Jane ditunda. Kabarnya penundaan ini telah ditentukan sejak Senin (27/4). Hal itu lantaran pelaku yang diduga melakukan perdagangan manusia terhadap Mary Jane menyerahkan diri ke otoritas Filipina.

Pelaku itu yaitu Kristina Sergio menyerahkan diri di detik-detik akhir dan membuat Presiden Filipina bertemu dengan Presiden Jokowi di Malaysia pada Senin (27/4). Akhirnya hal itu membuat Jokowi menunda eksekusi mati Mary Jane.

Berkas pembatalan eksekusi mati Mary Jane Rabu dini hari tadi, telah diterima sejak Senin (27/4). Jaksa akhirnya hanya mengeksekusi 8 terpidana mati pada pukul 00.35 WIB tadi.

Namun sampai saat ini, Mary Jane tetap berada di ruang isolasi. Jaksa selanjutnya masih menunggu pemeriksaan terhadap pelaku perdagangan manusia di Filipina.

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!