Fashion Parade Meriahkan HUT Kota Surabaya 2015

Surabaya, Surabaya Fashion Parade akan digelar untuk memeriahkan rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Surabaya ke-722 mulai hari ini Rabu 29 April 2015 hingga 3 Mei 2015....

49 0

Surabaya, Surabaya Fashion Parade akan digelar untuk memeriahkan rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Surabaya ke-722 mulai hari ini Rabu 29 April 2015 hingga 3 Mei 2015. Parade selama lima hari berturut-turut itu akan melibatkan 13 desainer muda Jawa Timur dan 4 desainer tamu dari berbagai kota di Indonesia.

“Kami secara khusus mengangkat tema infinite voyage yang menampilkan khasanah fesyen era Orde Baru dan mendongkrak nama Surabaya sebagai kota fesyen di Indonesia,” kata Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Timur, Denny Djoewardi, dalam keterangan yang diberikannya di Tunjungan Plasa, Rabu 29 April 2015.

Dia berharap, parade yang akan digelar di Tunjungan Plaza itu dapat melahirkan banyak desainer muda mulai dari tingkat sekolah. “Sebetulnya desainer Jawa Timur banyak yang sudah mendunia. Contohnya saya, yang mewakili lomba fashion di Paris,” katanya.

Rencananya, Denny menambahkan, akan dibuatkan runway sekolah-sekolah mode di Surabaya. Rencananya pula ratusan model dari Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta akan menampilkan berbagai karya para desainer muda itu. “Ini akan mendongkrak dunia fashion di Jawa Timur, khususnya Surabaya, karena saat ini kita menduduki peringkat tiga di Indonesia untuk lomba keterampilan siswa,” katanya.

Denny merinci selama lima hari, agenda akan dibagi dua kategori. Di antaranya kategori umum yang mengangkat tema Alliance dan kategori young dengan mengangkat tema Veracious. Ini terinspirasi dari era busana pada 1970-an.

Yunita Kosasih, satu desainer muda Surabaya sebagai peserta SFP 2015 mengaku telah menyiapkan busana khas 1970-an yang dipadu-padankan dengan konsep modernitas. Dia juga memberikan kesan edgy simple pada karyanya tersebut.

Selain itu, ada juga Sheila Andina yang mengaku terkesan dengan gerakan go green yang terus dilakukan Pemkot Surabaya selama ini. Dia pun mengapresiasi apa yang dilakukan Tri Rismaharini selama ini dengan melakukan gerakan menggunakan kain yang diolah dengan pewarna alami. “Saya juga menggunakan motif-motif unik dari budaya Bali,” katanya.

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!