Duterte Janji Temui Jokowi

redaksi.co.id - Duterte Janji Temui Jokowi Tokoh kontroversial dari Filipina, Rodrigo Duterte, yang dijuluki Donald Trump Asia, memenangi pemilihan Presiden Filipina berdasarkan hasil hitung cepat (quick...

12 0

redaksi.co.id – Duterte Janji Temui Jokowi

Tokoh kontroversial dari Filipina, Rodrigo Duterte, yang dijuluki Donald Trump Asia, memenangi pemilihan Presiden Filipina berdasarkan hasil hitung cepat (quick count), Selasa (10/5).

Begitu dilantik sebagai presiden menggantikan Beniqno Aquino III, Rodrigo berjanji segera mengunjungi Indonesia.

Selain itu ia juga berjanji membebaskan empat warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal TB Henry yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf.

“Tak hanya sandera WNI, tapi juga sandera dari negara-negara lain,” ujar Rodrigo Duterte, seperti dikutip Davao Today.

Ia menyatakan Indonesia akan menjadi tujuan pertama kunjungan kenegaraan setelah menjabat Presiden Filipina.

Dalam kunjungan itu ia berencana bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk membicarakan masalah Abu Sayyaf dan keamanan perbatasan maritim.

Menurutnya, terorisme di perbatasan dapat diupayakan melalui penjagaan ketat perbatasan.

Para anak buah kapal yang masih disandera antara lain Aryanto (kapten), Piter (chief officer), Dede (second officer) dan Samsir (juru mudi).

“Saya melihat Indonesia sebagai mitra strategis untuk menyelesaikan masalah-masalah terkait kewilayahan.Saya optimistis bisa menjalin kerja sama dengan Presiden Jokowi,” tambahnya.

Rodrigo, Wali Kota Davao, memang dikenal kontroversi. Pria yang disapa akrab Rody atau Digong itu memulai kariernya sebagai seorang pengacara dan politisi.

Berdasarkan quick count, perolehan suara Duterte tak tersaingi oleh rivalnya.

Duterte memperoleh 14,98 juta suara, sedangkan Mar Roxas dari Partai Liberal menempati posisi kedua dengan perolehan suara 8,98 juta.

Juru Bicara Duterte mengatakan Duterte akan memberlakukan banyak UU baru. Beberapa di antaranya larangan konsumsi minuman beralkohol dan memberlakukan jam malam secara nasional.

Duterte terjun ke dunia politik sejak menjabat sebagai Wakil Wali Kota Davao pada 1986 – 1987. Lalu ia menjadi anggota DPR Filipina mewakili Kota Davao pada 1998 – 2001.

Pada 2015, Duterte mengumumkan ikut menjadi calon Presiden Filipina 2016. Selama berkampanye, seperti bakal calon Presiden AS Donald Trump, Duterte kerap menyedot perhatian karena komentar-komentar kontroversialnya.

Sampai akhirnya pria berusia 71 tahun itu dijuluki sebagai ‘Trump dari Timur’. Beberapa komentar kontroversial yaitu mengancam akan membubarkan kongres dan membunuh anaknya jika ketahuan terlibat kasus narkoba.

Duterte juga dikenal dan mengaku sebagai ‘The Punisher’ (Si Pembunuh), yang selama menjadi wali kota tak segan mengeksekusi pelaku kejahatan.

“Untuk Anda yang terlibat tindak kriminal, saya akan bunuh Anda. Saya tak ada toleransi untuk itu,” katanya, dikutip CBS News.

Meski blak-blakan soal itu, Duterte tetap banjir dukungan atas ketegasannya itu yang telah terbukti mengurangi tingkat kejahatan di Kota Davao.

Namun, gaya berpolitik seperti itu menimbulkan kekhawatiran terhadap sejumlah pihak, terlebih pendukung rezim Presiden Benigno Aquino III.

Duterte ditakutkan bakal menjadi diktator dan merusak demokrasi negara. Ia kemudian disetarakan dengan Adolf Hitler (diktator dari Jerman) oleh Presiden Aquino.

Berikut adalah beberapa komentar kontroversial Duterte yang sempat menyedot perhatian publik, dari soal membunuh anak sampai menghina Paus Fransiskus.

Wali Kota Davao itu mengaku tak akan ragu untuk membunuh anaknya, jika ketahuan terlibat kasus narkoba. Duterte juga mengatakan dirinya tak akan segan menumpas habis pelaku kriminal, dari yang terlibat kekerasan, narkoba, hingga korupsi.

Ia bahkan tak akan peduli pada HAM dan tak ragu merenggut nyawa siapapun yang terlibat tindak kriminal.

Duterte mendapat banyak kritik usai melucu soal pemerkosaan yang menimpa seorang misionaris asal Australia saat kerusuhan di penjara Davao pada 1989.

“Saya marah ketika tahu misionaris itu diperkosa, tapi memang ia sangat cantik. Saya sampai berpikir seharusnya Wali Kota (Davao) yang pertama melakukannya,” katanya.

Umpatan kasar dilontarkan Duterte saat bercerita terjebak kemacetan akibat kunjungan Paus Fransiskus di Filipina.

“Mereka bilang ada Paus Fransiskus datang. Saya ingin meneleponnya dan bilang Paus anak pelacur, pulanglah dan jangan datang lagi ke sini’,” ucapnya.

Seakan bangga sebagai playboy, Duterte mengaku punya banyak kekasih di samping seorang perempuan yang tinggal bersamanya tanpa hubungan pernikahan.

Dalam pidatonya di hadapan pebisnis Filipina pada April lalu, ia menceritakan soal dirinya yang menggunakan viagra untuk menggairahkan kelaminnya.

(red/ramanta/utra/amungkas/BPP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!