Dominic Thiem Taklukkan Roger Federer di Roma

99

redaksi.co.id – Dominic Thiem Taklukkan Roger Federer di Roma

Dominic Thiem, petenis Austria berumur 22 tahun peringkat ke-15 dunia, membukukan kemenangan keempat atas petenis peringkat sepuluh besar dunia saat mengalahkan peringkat kedua Roger Federer (Swiss) 7-6 (2), 6-4. Penaklukkan itu dibukukan Thiem pada babak ketiga turnamen tenis lapangan tanah liat Italia Open di Roma, Kamis, 12 Mei 2015.

Kemenangan itu membawa Thiem, unggulan ke-13 turnamen ini, ke babak perempat final. Selanjutnya ia menghadapi pemenang pertandingan unggulan kesebelas dari Prancis, Richard Gasquet, melawan unggulan keenam dari Jepang, Kei Nishikori. Kalau kembali menang, Thiem akan menapak babak semifinal turnamen ATP atau Asosiasi Tenis Profesional World Tour Masters 1000 untuk pertama kalinya. Turnamen ini merupakan turnamen tertinggi kedua di dunia di bawah grand slam.

Masih dibayangi cedera punggung, Federer, 34 tahun, tidak dapat menampilkan permainan terbaiknya. Namun, Thiem tampil dengan mantan mengesampingkan rasa groginya dan menjinakkan Federer dalam satu jam, 19 menit.

Petenis Austria itu bangkit setelah dipatahkan servisnya pada set pertama dan tampil menekan dengan mengandalkan pukulan kerasnya. Ia memimpin hingga 6-2 pada tiebreak dan memenangi set pembuka ini dengan satu pukulan winner backhand down the line.

Thiem mematahkan servis Federer dan memimpin 3-2 pada set kedua berikutnya. Ia kemudian mengunci Federer pada kedudukan 6-4.

Thiem membukukan total 32 kemenagan (sembilan kali kalah) tahun ini, dan merupakan kemenangan terbanyak kedua setelah yang dibuat Novak Djokovic di arena turnamen di bawah kendali ATP.

“Saya sangat senang dapat mencapai babak perempat final. Ini merupakan pertandingan yang sulit, kata Thiem yang membukukan 29 winner dan 13 kesalahan dsendiri pada pertandingan itu. Federer memang tampil tidak dalam kondisi seratus persen bugar, namun ia bermain sangat bagus pada sejumlah poin. Saya pikir Anda tidak mungkin meremehkannya.

Thiem untuk kedua kalinya menapak hingga babak perempat final turnamen ATP World Tour Masters 1000 setelah Miami Open tahun lalu (dikalahkan Andy Murray). Ia menapak sampai babak final turnamen yang dia ikuti tahun ini. Satu di antaranya dia menangi saat melawan Rafael Nadal pada turnamen Argentina Terbuka, Februari lalu.

Dua final lainnya pada turnamen di Acapulco (Meksiko) dan di Munich (Jerman) dia kalah dan harus puas sebagai runner-up.

Federer, empat kali finalis turnamen Italia Open, membutuhkan satu kemenangan untuk menyamai pencapaian Ivan Lendl (mantan petenis Cekosowakia) yang membukukan 1.071 kemenangan pada era tenis terbuka (setelah 1968). Federer didera cedera lutut setelah kalah pada babak semifinal Grand Slam Australia Terbuka, pada akhir Januari lalu.

Mantan petenis nomor satu dunia dari Swiss itu kemudian menjalani operasi pada Februari lalu dan harus menjalani pemulihan cukup lama. Ia kemudian tampil kembali pada turnamen tanah liat Monte-Carlo Masters dan menapak sampai babak perempat final, dikalahkan petenis Prancis, Jo-Wilfried Tsonga.

Federer kembali istirahat sebelum berencana tampil pada turnamen tanah liat Mutua Madrid Open pekan lalu. Namun, ia kemudian membatalkan keikutsertaannya di Madrid Open karena cedera punggung saat latihan, sehari sebelum bertanding.

REUTERS | AGUS BAHARUDIN

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

loading...

Comments

comments!