NH Bantah Terlibat Korupsi Dana Pembangunan Mushola Bogorejo

909

REMBANG Redaksi.co.id – Anggota DPRD Kabupaten Rembang yang ditetapkan oleh Kejaksaan Negeri Rembang sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah untuk proyek pembangunan mushola di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan, Nur Hasan akhirnya membantah keterlibatannya pada proyek yang menelan anggaran senilai 40 juta rupiah dari APBD TA 2013 tersebut.

Politisi partai Hanura yang sedianya dijadwalkan diperiksa oleh Kejari pada Rabu (29/4) lalu, batal diperiksa lantaran mengalami sakit jantung.

Dirinya yang ditemui wartawan di ruang perawatan RSUD Rembang, mengaku tidak tahu banyak soal pengalihan pembangunan Mushola Ar-Rohmah yang dituduhkan Kejari sebagai tindak pidana penyimpangan atau pembangunan mushola fiktif.

“Saya persilahkan wartawan crosscek di lapangan kebenarannya seperti apa. Kondisi riilnya saya tidak begitu tahu banyak masalah ini,” ungkapnya di ruang 302 paviliun Kartini RSUD dr R. Soetrasno Rembang, Kamis (30/4) petang
.
Ketidaktahuannya tersebut lantaran diakuinya selama ini Nur Hasan selalu menyerahkan segala hal terkait teknis penganggaran, mulai dari penjaringan aspirasi penyusunan proposal, hingga pencairan dana pembangunan mushola kepada Solikul Anwar, salah seorang stafnya di kantor DPC. Hanura yang telah lebih dulu ditahan Kejari
.
“Teknis penganggaran saya tidak tahu, apakah masuk dana aspirasi atau atau sumbangan pribadi . Dia waktu ada penjaringan aspirasi selalu saya ajak. Usulan dari masyarakat semua lewat dia,” terangnya yang mengaku tidak mendapatkan sepeserpun dari uang proyek Mushola tersebut.

Setelah aspirasi dicatat, imbuh Nur Hasan, tanpa melalui dirinya, Anwar langsung menyerahkan draft pengajuan kepada Setwan.

“Setelah diproses setwan masuk di rapbd, datanya diserahkan ke saya dan saya serahkan lagi ke Anwar,” jelasnya.

Disinggung soal pengalihan pembangunan, dia mengaku sekretarisnya tersebut yang lebih tahu teknisnya. Dia pun beranggapan pengalihan itu tidak menyalahi Perda.

“Pegangan saya perda. Selama mushola ini dibuat dengan nama Ar-Rohmah dan dibuat di desa yang sama masih mematuhi perda,” tandasnya.

Dia pun membeberkan alasan dirinya baru menyampaikan hak jawabnya kepada media setelah ditetapkan tersangka, lantaran tak ingin berpolemik terhadap proses penyelidikan oleh Kejari.

“Saya hanya tak ingin publik beropini bahwa saya menghalang-halangi proses hukum,” pungkasnya.(Hasan)

loading...

Comments

comments!