Satpol PP Kota Bekasi Tertibkan PKL di Sepanjang Jalan Mohammad Yamin dan Pasar Baru Bekasi Timur

BEKASI Redaksi.co.id – Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi menertibkan ratusan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di depan Pasar Baru Bekasi, di...

41 0

BEKASI Redaksi.co.id – Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi menertibkan ratusan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di depan Pasar Baru Bekasi, di Jalan Prof. Yamin dan Juanda, Bekasi Timur, Sabtu (02/05/2015).

Ratusan lapak PKL di depan Pasar Baru Bekasi, di Jalan Prof. Yamin dan Juanda, Bekasi Timur, ini sejak 1999 lalu memang sulit untuk ditertibkan. Bahkan, satu hari setelah ditertibkan oleh Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, pedagang kembali lagi berjualan di tempat yang sama.

“Tadi pagi mulai pukul 05:30 WIB, kita melakukan penertiban pedagang di sepanjang Jalan Mohammad Yamin dan Pasar Baru,” ujar Sekretaris Satpol PP Kota Bekasi, Charles Aritonang kepada Redaksi.co.id, Sabtu (02/05/2015), di lokasi.

Dia menegaskan, Pemerintah Kota Bekasi, berupaya mengembalikan fungsi Jalan Mohammad Yamin, agar dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Di sepanjang Jalan Mohammad Yamin ini, sekitar 2 kilometer lapak PKL memenuhi badan jalan sehingga akses kendaraan dari Duren Jaya menuju Terminal Induk Kota Bekasi atau sebaliknya, tertutup lapak pedagang.

“Kita ingin mengembalikan fungsi jalan tersebut, agar bisa dilalui kendaraan. Para PKL ini sudah berjualan sejak 1999 lalu dan sudah berkali-kali dilakukan penertiban,” ungkapnya.

Charles mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera), Dinas Kebersihan, Dinas Bina Marga dan Tata Air, Dinas Pertamanan, Pemakaman, dan Penerangan Jalan Umum (DPPPJU), Dinas Tata Kota (Distako) Kota Bekasi serta TNI-Polri untuk menertibkan para pedagang tersebut.

“Personel Satpol PP ada sekitar 150 personel dibantu TNI-Polri ada 100 personel,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dispera Kota Bekasi, Abdul Iman, menjelaskan penertiban para PKL ini bertujuan agar arus lalu lintas kendaraan kembali lancar di sekitar Pasar Baru.

“Selama ini, sudah ruas jalan itu dipenuhi lapak PKL, kita tertibkan para pedagang agar dapat dilintasi kembali,” ujar Abdul Iman.

Sebelumnya, pihaknya mengklaim telah melayangkan surat peringatan kepada 500 pedagang di sepanjang Jalan Mohammad Yamin dan di dalam Pasar Baru, yang lapaknya berada di tempat yang dilarang.

“Mereka kita pindahkan ke Blok II Pasar Baru, sudah disediakan kios bagi mereka,” katanya.

Para PKL ini telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2011 tentang Ketentuan Umum Ketertiban, Kebersihan dan Keindanhan (K3).

Darul Rohman (35) penjual sendal saat wawancara dengan Redaksi.co.id, mengaku pasrah lapaknya diangkut petugas Satpol PP Kota Bekasi. Dirinya bersama ratusan pedagang lainnya berjualan di jalan ini, lantaran lebih mudah diakses oleh pembeli.

“Kalo jualan di dalam (Blok II Pasar Baru), pembeli jarang mau kesana. Pembeli lebih banyak di jalan ini,” tambahnya.

Dia memang tidak perlu membayar retribusi kepada pemerintah daerah bila berjualan di didepan Pasar Baru Bekasi, di Jalan Prof. Yamin dan Juanda, Bekasi Timur.

Dampak banyaknya lapak liar di sepanjang Jalan Mohammad Yamin, membuat kemacetan panjang di Jalan Juanda menuju Terminal Induk Kota Bekasi.

Penertiban lapak PKL ini, sebagai upaya Pemerintah Kota Bekasi untuk menata K3 dalam rangka meraih Piala Adipura. (Agus S)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!