Fakta Ilmiah di Balik Alasan Orang Bersedekah

redaksi.co.id - Fakta Ilmiah di Balik Alasan Orang Bersedekah Menyisihkan sebagian harta untuk orang lain merupakan interaksi sosial yang lazim dilakukan oleh manusia. Peneliti sosiologi dan...

57 0

redaksi.co.id – Fakta Ilmiah di Balik Alasan Orang Bersedekah

Menyisihkan sebagian harta untuk orang lain merupakan interaksi sosial yang lazim dilakukan oleh manusia. Peneliti sosiologi dan psikologi dari Erasmus University, Belanda, menyelidiki perilaku mengapa orang rela memberikan hartanya kepada orang lain.

Sebanyak 85 persen penderma melakukannya karena diminta secara langsung. Permintaan bisa berasal dari teman, pengemis yang mendatangi rumah, atau melalui iklan di media. Akibatnya, orang paling murah hati adalah yang paling sering dimintai sedekah.

“Seseorang terdorong berderma untuk menjaga reputasi,” ujar peneliti dari Erasmus University, Pamala Wiepking, dalam wawancara kepada NewScientist . “Mereka tak ingin merusak reputasi tersebut.”

Di antara para penderma, orang taat beragama adalah yang paling murah hati. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kemurahan hati orang taat berlaku di seluruh kebudayaan dunia. Dorongan ini berasal dari penanaman nilai-nilai pemurah sejak kecil yang berdampak ketika dewasa. Lingkungan yang taat juga memaksa seseorang menjadi pemurah.

Sifat senang memberi dianggap sebagai sifat mulia sehingga, untuk masuk ke lingkungan tersebut, seseorang harus sering berderma. Umur ikut mempengaruhi kedermawanan seseorang. Semakin tua seseorang, semakin besar kecenderungannya untuk memberi. Namun hal ini bisa menurun ketika seseorang melewati usia 75 tahun.

Alasannya, orang sepuh dianggap tak memiliki kemampuan fisik yang prima sehingga jarang dimintai sumbangan. Kecenderungan berderma ternyata juga dipengaruhi gender. “Perempuan lebih pemurah,” kata dia. Hal ini disebabkan oleh tingginya rasa empati dan perhatian terhadap perempuan. Laki-laki berderma kepada partai atau kelompok politik dan cenderung lebih pemurah jika mengenyam pendidikan tinggi.

Secara mengejutkan, orang miskin menyumbang lebih banyak porsi hartanya ketimbang orang kaya. Hal ini bisa dipahami karena permintaan sumbangan biasanya memiliki batas minimal yang sama pada seluruh kelas sosial. Wajar jika orang miskin menyisihkan uang lebih banyak untuk sedekah ketimbang orang kaya. NEWSCIENTIST | AMRI MAHBUB

(red//ur/sikin/MNA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!