Lima Bulan Padam, Lampu Perbatasan Jateng-Jatim Tak Kunjung Diperbaiki

302

REMBANG Redaksi.co.id – Kendati telah berulangkali dikeluhkan warga dan telah diinformasikan ke Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menjadi penanggung jawab fasilitas di tugu perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur, dinilai lamban mersepon kerusakan lampu penerangan di sekitar tugu identitas Jawa Tengah tersebut. Padalah kerusakan fasilitas penerangan tersebut telah dilaporkan sejak rusak sekitar tiga bulan lalu.

Parman (45) warga Sarang menyebutkan, lampu penerangan di tugu perbatasan yang berada di Desa Temperak hampir selama lima bulan ini padam.

Menurutnya, akibat padamnya lampu tersebut, selain bisa menyebabkan kecelakaan juga rawan terhadap tindak kejahatan

Hampir setiap malam banyak pasangan muda mudi memanfaatkan lokasi tugu perbatasan yang kondisinya gelap untuk berpacaran. Seingat saya sudah hampir lima bulan lampu di tugu perbatasan padam beberapa pekan lalu ada dua orang pengendara sepeda motor yang tewas karena menabrak truk parkir gara-gara kondisi jalan gelap gulita. Bahkan baru-baru ini di jalan desa Temperak ada pembuangan bayi. Ini sangat meresahkan kami berharap pemerintah bisa segera memperbaikinya, pintanya.

Menurut dia, Provinsi Jawa Tengah semestinya meniru Jawa Timur yang merapat secara rutin tugu perbatasannya.

Saya tidak pernah lihat lampu penerangan di Jawa Timur padam. Mereka cukup rutin melakukan perawatan. Semestinya pemerintah Jawa Tengah mapun pemkab Rembang bisa seperti itu, ucapnya.

Proyek di perbatasan Jawa tengah-Jawa Timur merupakan proyek dari Provinsi bergulir di tahun 2013 lalu dan rampung sekitar awal tahun 2014, meski terbilang baru namun warga mendapati sejumlah pondasi paving telah ambrol dan pada awal tahun 2015 lalu di susul padamnya lampu yang memiliki ketinggian sekitar 12 meter tersebut.

Terpisah Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Rembang, Suyono menyatakan telah melaporkan padamnya lampu perbatasan tersebut pada pihak provinsi karena proyek perbatasan dikerjakan langsung oleh pihak provinsi.

Kami sudah melaporkan,pada provinsi tetapi kok sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya, kami akan mendesaknya lagi, tegasnya.

Dia pun mengamini jika kondisi lampu perbatasan yang gelap gulita dapat memicu kecelakaan bahkan tindakan kriminal.

Iya memang bisa memicu kecelakaan dan tindakan kriminal. Kami sebenarnya ingin memperbaikinya, tetapi kami tidak punya peralatan yang lengkap. Sebab tiang lampu sangat tinggi, terangnya.(Hasan)

loading...

Comments

comments!