Gunung dalam Kisah Lord of The Ring 'Bangkit dari Tidur'

redaksi.co.id - Gunung dalam Kisah Lord of The Ring 'Bangkit dari Tidur' Pemerintah Selandia Baru mengeluarkan peringatan kepada para pendaki dan pecinta alam untuk menjauh dari...

29 0

redaksi.co.id – Gunung dalam Kisah Lord of The Ring 'Bangkit dari Tidur'

Pemerintah Selandia Baru mengeluarkan peringatan kepada para pendaki dan pecinta alam untuk menjauh dari gunung berapi Ruapehu, yang kini menggeliat aktif.

Gunung yang terbentang membentuk formasi bebatuan dan mengitari lanskap Negeri Kiwi itu terkenal karena menjadi latar belakang film trilogiLord of the Ring.

Institut Selandia BaruGNS Science mencatat sejumlah gempa dan aktivitas lava yang intensif di dalam perut bumi. Oleh sebab itu, tingkat kewaspadaan Gunung Ruapehu pun ditingkatkan.

“Makin banyak tanda-tanda kalau gunung berapi itu hidup, siap memuntahkan isi perutnya,” kata ahli gunung berapi Brad Scott, seperti dilansir dari Guardian, Rabu (11/5/2016).

Lanskap Ruapehu menjadi latar belakang Mordor, sebuah wilayah dalam buku Lord of the Ring yang ditulis oleh J.R.RTolkien dan difilmkan oleh sutradaraPeter Jackson.

Badan konservasi setempat telah memperingatkan para pendaki untuk menghindari puncak gunung itu. Mereka mengatakan area itu kini disebut zona berbahaya.

“Kunjungan kami ke gunung berapi itu telah mengonfirmasi data yang memperlihatkan adanya peningkatan gas vulkanik,” lanjut Scott lagi.

Adapun suhu di Danau Creater, yang berada 2 kilometer dari puncak gunung, meningkat dari 25 derajat Celsius menjadi 46 C. Mereka mengubah status dari ‘gunung tidur’ menjadi ‘waspada’.

Tiap tahun, ribuan orang menikmati pemandangan alam dengan treking di Tongariro, sepanjang 20 kilometer yang melewati 3 gunung berapi di area itu.

Sebelumnya, pada 25 September 2007, Ruapehu erupsi. Tanpa peringatan, ia menyemburkan uap panas dan menghujani wilayah sekitarnya dengan batuan vulkanik.

Peringatan juga sempat dikeluarkan pada tahun 2008, 2011, dan 2012. Kala itu Ruapehu tak sampai meletus.

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!