Pria Tewas, Kejang-kejang dalam Mobil

278

BEKASI Redaksi.co.id – Sesosok pria meninggal di dalam mobil membuat geger warga Kranji, Kota Bekasi, Senin (4/0/2015).

Sukisto (48) warga Perumahan Harapan Jaya RT 01/ RW 01 Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi tewas mendadak di dalam mobil miliknya di jembatan fly over Kranji, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.

Kanit Reskrim Mapolsek Medan Satria, Iptu Sugiyantono memaparkan, saat kejadian, korban tengah mengendarai mobil bersama sang istri, Sutiyah (40) menuju ke arah Kranji. Tiba-tiba di tengah perjalanan, korban menghentikan laju kendaraannya dan mengalami kejang-kejang sampai tak sadarkan diri.

“Tubuh korban kejang-kejang dan langsung menepikan kendaraannya,” katanya.

Melihat sang suami yang sudah tak sadarkan diri, Sutiyah yang panik lalu turun dari mobil dan pergi meminta bantuan ke Rumah Sakit Ananda.

Seorang petugas, Aiptu Landung yang kebetulan sedang patroli di sekitar rumah sakit, langsung dimintai pertolongannya oleh Sutiyah.

“Istri korban bersama anggota reskrim lalu bergegas menuju TKP untuk mengecek keadaan korban,” paparnya.

Setelah tiba di lokasi, korban yang sudah tak sadarkan diri langsung dilarikan ke RSUD Kota Bekasi oleh petugas bersama sang istri, untuk segera diberikan pertolongan.

Namun sayang, sesampainya di Rumah sakit, oleh dokter korban dinyatakan telah meninggal dunia.

“Setelah sampai di RSUD Kota Bekasi, korban dinyatakan oleh dokter sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Sementara itu, istri korban mengaku jika korban memiliki riwayat penyakit gula dan jantung yang sudah kronis.

“Suami saya memang punya riwayat sakit gula dan jantung yang udah menahun,” kata Sutiyah sambil menangis terisak.

Setelah pihak rumah sakit melakukan visum Et Repertum, baik dari pihak sang istri maupun keluarga korban tidak ingin dilakukan otopsi terhadap jasad korban.

Mereka juga tidak akan melanjutkan perkaranya, karena menganggap peristiwa ini adalah sebuah musibah.

“Saya dan keluarga suami sepakat tidak mau diotopsi. Mau langsung dimakamkan saja,” pungkasnya. (Agus S)

loading...

Comments

comments!