Slank Bersemangat Manggung Perdana di Atambua

228

redaksi.co.id – Slank Bersemangat Manggung Perdana di Atambua

Bayangan keindahan alam dan kearifan lokal warga di Atambua, Nusa Tenggara Timur, menghiasi pikiran Bimo Setiawan Al Machzumi/Bimbim (drum), Akhadi Wira Satriaji/Kaka (vokal), Ivan Kurniawan Arifin/Ivan (bass) dan Mohammad Ridwan Hafiedz/Ridho (gitar).

Sepanjang berkarier di industri musik Indonesia sejak dibentuk 28 Desember 1983, personel Slank itu mengaku belum pernah beraksi di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste tersebut.

Aksi Slank yang digelar 31 Mei esok menjadi konser pertamanya di Atambua.

Slank akan bermain untuk pertama kali esok di Atambua. Kami bersemangat manggung disana, kata Bimbim saat ditemui bersama Kaka, Ivan dan Ridho, serta Bunda Iffet di Markas Slank di Gang Potlot III, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (10/5/2016).

Siang kemarin Slank –tanpa Abdee Negara Nurdin (gitar)– menerima kedatangan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar. Marwan menemui keempat personel Slank tadi terkait rencananya mengenalkan daerah perbatasan Indonesia.

Melalui Indihome Konser Indonesia Perbatasan: Membangun Indonesia dari Perbatasan yang menjadi bagian Program Desa Beranda Indonesia garapan Kementerian Desa PDTT, Slank akan mendatangi dan menghibur Slankers di Atambua yang jumlahnya diperkirakan mencapai 40.000 orang.

Sebelum tampil di Atambua, Slank akan beraksi di konser serupa di Stadion Kridasana, Singkawang, Kalimantan Barat, Minggu (15/5). Jika Atambua berbatasan dengan Timor Leste, Singkawang berada di perbatasan Kalimantan dengan Sarawak, Malaysia.

Menurut Bimbim, tak hanya daerah perbatasan, Atambua juga daerah istimewa bagi Slank selain menjadi kantung Slankers di NTT.

Begitu banyaknya Slankers, sampai dibuat jalan bernama Potlot disana, kata Bimbim.

Selain di Atambua, Jalan Potlot juga ada di Dili, Timor Leste.

Jalan Potlot di Duren Tiga adalah tempat lahirnya Slank pada 33 tahun lalu yang sekarang menjadi basecamp dan kantor manajemen Pulau Biru milik Bimbim, Kaka, Ivan dan Ridho, serta Abdee.

Banyak Slankers disana (Dili) yang mengaku, memilih bergabung dengan Timor Leste karena situasi politik negeri saat itu memaksanya. Padahal mereka sebenarnya masih cinta Indonesia, kata Bimbim seraya menyatakan, Singkawang sudah sering disinggahi Slank sebagai panggung mereka. (kin)

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

loading...

Comments

comments!