Warga Kampung Leuser Siaga Penggusuran

redaksi.co.id - Warga Kampung Leuser Siaga Penggusuran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menunda SP 2 penggusuran Kampung Leuser RT 008 RW 08, Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran...

14 0

redaksi.co.id – Warga Kampung Leuser Siaga Penggusuran

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menunda SP 2 penggusuran Kampung Leuser RT 008 RW 08, Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Namun, warga kampung tersebut tidak mau terlena sehingga mereka menggelar dialog terbuka pada Rabu (11/5), malam.

Sekitar seratus warga berkumpul di Lapangan Bulu Tangkis Kampung Leuser. Tidak hanya dihadiri warga, dialog tersebut juga dihadiri oleh Aliansi Pemuda ‘Tolak Penggusuran’, Komunitas Benyamin Sueb, Pemuda Kodam, dan perwakilan dari Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMI).

Selama ini, warga kampung tersebut juga terus didampingi oleh PBHI.

“Hidup rakyat..!!!,” kata Ketua GMI, Boim mengawali dialog tersebut.

Dalam dialog yang dimulai pukul 20.10 WIB tersebut, Boim mengajak Warga Kampung Leuser untuk tidak terlena terhadap penundaan SP-2 penggusuran tersebut. Karena pemprov sampai saat ini pasti akan terus mengumpulkan kekuatan untuk tetap melaksanakan penggusuran.

“Kita jangan pernah terlena dengan janji-janji selama ini,” ujar mahasiswa UIN Ciputat tersebut.

Ibu-ibu dan nenek-nenek tampak semangat mengikuti dialog terbuka itu. Begitu juga anak muda dan anak kecil. Mereka tak mau kehilangan kampung yang telah dihuni sejak tahun 1955 tersebut.

Melalui dialog tersebut, mereka mengharap semua warga kompak dan selalu terjaga. Mereka juga mengapresiasi atas kinerja PBHI yang telah mengawal warga sejak isu penggusuran tersebut berembus.

Dalam mengawal penggusuran terhadap Kampung Leuser, PBHI juga dianggap telah menghindarkan bentrok warga karena berjuang diranah birokrasi.

Sampai berita ini ditulis, dialog tersebut masih berlangsung dan masing-masing komunitas yang hadir terus memberikan wawasan terhadap warga Kampung Leuser.

“Apakah perjuangan bapak-bapak dan ibu-ibu hanya sampai saat ini, sedangkan status kita masih tidak boleh tinggal sini, karena masih hijau,” ujar perwakilan dari Alinasi Pemuda ‘Tolak Penggusuran’.

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!