Dijual di Korut, Sate Ayam dan Cendol Indonesia Laku Keras

162

redaksi.co.id – Dijual di Korut, Sate Ayam dan Cendol Indonesia Laku Keras

Aneka hidangan asal Indonesia seperti sate ayam, mi goreng, kue onde-onde, wingko babat, lemper ayam dan es cendol ternyata digemari di Korea Utara (Korut).

Hal itu terlihat saat santapan nusantara itu ludes terjual dalam Spring Charity Bazaar yang diikuti KBRI Pyongyang. Acara tersebut diselenggarakan di kantor Kedutaan Vietnam di Korut.

Dijelaskan Sekretaris II Pensosbud Kedutaan Besar Republik Indonesia di Pyongyang, Bambang Purwanto, selain KBRI dan Kedutaan Besar Vietnam selaku tuan rumah, sebanyak 9 kedutaan besar lain dari negara-negara Asia, Timur Tengah, Eropa dan Karibia serta 2 kantor organisasi internasional di Pyongyang turut ambil bagian pada bazar amal itu. Acara tersebut dikoordinasikan oleh Pyongyang International Women’s Association.

Dia mengatakan, 300 pengunjung yang terdiri atas para diplomat, staf kedutaan besar dan pejabat, staf kantor organisasi internasional beserta keluarga tampak menikmati acara ini sambil mencicipi kuliner dari berbagai negara serta beramah-tamah.

“Sate ayam dan mi goreng Indonesia yang cukup dikenal oleh masyarakat internasional di Pyongyang ini cepat terjual”, kata Bambang dalam pers rilis KBRI Pyongyang kepada Liputan6.com.

“Begitu pula, es cendol yang sangat langka di Korea Utara itu juga disukai pengunjung,” sambung dia.

Bambang mengatakan, beberapa pengunjung yang pernah ke Indonesia menyatakan senang dapat mencicipi lagi makanan asli Tanah Air ini. Dijelaskannya pula, mereka yang belum pernah ke Indonesia menyatakan niatnya untuk berkunjung ke Indonesia.

Bambang menambahkan, ketertarikan pengunjung tidak saja pada kuliner Indonesia tetapi juga aneka kerajinan tangan, mulai dari hiasan kayu bebek Bali, topeng dan kipas tangan batik dengan berbagai motif, kain songket hingga ukiran kayu khas Papua.

“Meski pengunjung sudah diberi tahu bahwa kerajinan tangan tersebut hanya untuk pajangan, namun banyak diantara mereka yang berusaha untuk membeli sambil menanyakan harganya. Bahkan, mereka menanyakan kemungkinan untuk memesannya melalui KBRI”, tutup Bambang.

(red/iti/mi/anik/SUH)

loading...

Comments

comments!