Lulus Sekolah Sulit Cari Kerja, Karena Ijasah Masih Ditahan Sekolah

BEKASI Redaksi.co.id Ujian Nasional SMA, STM, SMK tahun ajaran 2015 baru saja berakhir. Akan tetapi Revan Eka Kurniawan, masih harus berjuang memperoleh ijazahnya yang ditahan oleh...

42 0

BEKASI Redaksi.co.id Ujian Nasional SMA, STM, SMK tahun ajaran 2015 baru saja berakhir. Akan tetapi Revan Eka Kurniawan, masih harus berjuang memperoleh ijazahnya yang ditahan oleh pihak sekolah sejak lulus tahun 2014 lalu.

Revan, yang merupakan alumni jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan) sebuah SMK swasta di Kecamatan Bekasi Selatan, tahun 2014 harus lulus dalam kondisi tidak memperoleh ijazah.

Ditemui di kediamannya, disebuah kontrakan sederhana berukuran kira-kira 36 meter, dengan satu kamar tidur, yang terletak di Jl. Letnan Arsyad, Gang H. Iman, Kayuringin. Selasa (05/05/2015),

Semenjak lulus sekolah, Revan sehari-harinya membantu merawat neneknya yang terkena struk sejak tiga tahun lalu.

Revan mengungkapkan, ijasahnya masih ditahan oleh pihak sekolah.

Sidik jari juga nggak boleh. Harus lunas dulu semua tunggakan, kata Revan.

Penahanan ijazah tersebut pertama kali diceritakan oleh ibu Revan, Endang (47) yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga riset lapangan.

Saya kerjaannya nggak tentu, sih. Ngedata orang-orang. Kalau ada yang ngajak, ya kerja. Kalau nggak ada yang ngajak ya nggak kerja, ucap Endang.

Saat ditanya penghasilan, Endang mengaku penghasilannya tidak tentu. Kadang sebulan cuma dapat Rp. 600.000. Belum lagi harus membayar kontrakan sebesar 500 ribu. Juga untuk biaya makan sehari-hari, ayahnya meninggal sejak usia Revan masih bayi.

Revan mengaku, belum bisa mencari kerja hanya dengan bermodalkan surat tanda lulus.

Endang menuturkan bahwa Revan baru diberi surat tanda kelulusan, itu pun setelah ibunya mencicil ke sekolah sebesar Rp. 500.000 pada bulan Januari lalu.

Tunggakan yang masih harus dilunasi oleh Revan mulanya Rp. 5.623.000, seperti yang tertera di surat perjanjian bayar sebelum Revan melaksanakan Ujian Nasional.

Endang mengaku, awalnya keberatan menandatangani surat perjanjian pelunasan pembayaran tersebut.

Namun demi anaknya agar bisa mengikuti UN, Endang menandatanginya. Sampai saat ini, Endang belum dipanggil lagi oleh pihak sekolah karena belum bisa membayar semuanya.

Juga karena kondisi kakinya tidak bisa berjalan normal akibat kecelakaan mobil yang pernah menimpanya sehingga untuk bolak-balik ke sekolah kakinya mudah lelah.

Sementara, untuk ke sekolah harus selalu dirinya, tidak bisa diwakilkan oleh orang lain.

Tentang bantuan yang diberikan sekolah, Revan mengaku pernah sekali diberi bantuan dari sekolah sebesar 700 ribu. Itu pun hanya sekali saat Revan kelas dua. (Agus S)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!