Kinerja Kejari Bekasi Terkesan Lamban Tangani Dua Kasus Korupsi di Kota Bekasi

280

BEKASI Redaksi.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasidiminta oleh sejumlah pihak untuk segera menuntaskan kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sumur Batu, Bantargebang. Terkesan pihak kejari lamban dan masih belum bisa menentukan siapa calon tersangkanya.

Namun, pihak Kejari sendiri menyatakan melanjutkan, terus pemeriksaan kasus tindak pidana korupsi dana BOS di Kota Bekasi yang melibatkan tersangka AS, Kepala Sekolah Dasar Negeri Mustikajaya I, pada 2013 lalu, dengan memeriksa seluruh bon hasil pembelian barang-barang di material yang didapat dari tangan tersangka.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Kota Bekasi, Ery Syarifah memaparkan, seluruh bon yang disita pihaknya, akan disesuaikan dengan meminta keterangan pemilik toko material yang bersangkutan yang sebelumnya telah dilakukan pemanggilan oleh pihak Kejari.

“Kami memanggil pemilik toko material, hanya ingin memintai keterangannya atas bon-bon yang kami sita terkait kasus dana BOS,” katanya, baru-baru ini.

Menurutnya, untuk saat ini Kejari masih menetapkan satu tersangka saja. Oleh karena itu, dengan mendalami kasus dan memeriksa sejumlah bon hasil pembelian bahan-bahan material yang dipalsukan oleh tersangka, kemungkinan akan ditemui tersangka baru yang juga turut terlibat dalam kasus ini.

“Kami masih memeriksa bon-bon pembelian dari belanja dinas dan meminta keterangan dari beberapa pemilik toko material yang tertera di bon pembelian yang dimiliki tersangka,” bebernya.

Sementara itu, salah seorang pemilik toko material Sinar Mulia di Jalan Batu Giok Raya, Rawalumbu, Noviyanto mengaku mendapat panggilan dari kejaksaan, lantaran ulah pelaku yang telah melakukan pemalsuan kwitansi pembelian dari tokonya.

“Sama pihak kejaksaan sih hanya dimintai keterangan saja, terkait barang-barang material yang dibeli tersangka dari toko saya,” katanya.

Menurutnya, pada hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadapnya oleh pihak kejaksaan, pada Kamis (30/4) lalu, membuktikan jika seluruh bon yang disita kejaksaan adalah palsu dan dibuat-buat oleh tersangka.

“Semua bon pembelian dari material saya dipalsukan tersangka, mulai dari kertas sampai stempel, palsu semuanya,” keluhnya.

Selain itu, lanjutnya, pihak kejaksaan juga menanyakan apakah sebelumnya ia mengenal tersangka atau tidak. Ia juga mengaku kesal, karena kasus yang menyeret nama tokonya itu telah mencoreng namanya secara tidak langsung.

“Saya tidak kenal dengan tersangka. Saya juga keberatan atas kejadian ini, karena sudah merusak nama baik material saya. Harga yang dimasukan ke bon yang dipalsukan pun asal-asalan semua,” pungkasnya.(Pandi)

loading...

Comments

comments!